TNI – Polri Respon Cepat Bencana Alam Simangumban

MEDAN | Personil TNI – Polri bergotongroyong membersihkan tumpukan material pascabanjir dan longsor cukup parah melanda 3 desa di Kecamatan Simangumban – Tapanuli Utara, Sabtu(29/4/2023).

Diketahui banjir dan longsor, Jumat (28/4/2023) sore merupakan peristiwa tragis dalam sejarah terbentuknya Desa Simangumban, baik setelah pemekaran maupun sebelum masa kemerdekaan Republik Indonesia 1945.

Selain terdiri dari 8 desa, Kecamatan Simangumban daerah perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Utara dengan Tapanuli Selatan dan merupakan sentra lumbung hasil pertanian dan bahkan aneka ragam hasil hutan cukup terkenal hingga manca negara.

Meski hanya 3 desa diterjang banjir dan longsor cukup parah disejumlah titik harus menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar untuk menjaga keberlangsungan ekosistem alam.

Pasalnya, Simangumban, ibu kecamatan merupakan lembah di antara bentangan pegunungan Bukit Barisan dan tak terpisahkan bagian Luat Pahae yang cukup populer. Seperti patung batu di atas makam tua, diyakini salah satu peninggalan peradaban zaman Hindu di Tapanuli Utara.

Terpisah, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Johanson Sianturi SIK mengatakan pihaknya bersama Kodim 0210/TU, bergerak cepat mengevakuasi warga akibat tumpukan material longsoran lantaran menghambat akses lalu lintas antar desa. Sebab jalur Desa Aek Nabara merupakan akses utama dengan Desa Hopong dan Dolok Sanggul.

“Personil TNI – Polri telah dikerahkan untuk mempercepat penanggulangan bencana longsor dan sejumlah alat berat telah tiba pasca kejadian dan berhubung kondisi alam kurang mendukung maka evakuasi dilanjutkan, Sabtu (29/4/2023)”kata Johanson Sianturi kepada Orbitdigitaldaily.com.

Menurutnya, personil TNI – Polri untuk sementara pihaknya masih fokus pengendalian normalisasi material longsor di sejumlah titik. Adapun pemicu longsor dan banjir akibat perambahan hutan secara masif akan ditindaklanjuti.

“Masih di survey ke lokasi dan saat ini masih fokus proses normalisasi jalan yang tertimbun”ujar Johanson Sianturi usai disinggung maraknya dugaan perambahan hutan secara terbuka, baik masyarakat maupun pihak perusahaan swasta.

Perubahan Cuaca

Camat Simangumban Albert Tampubolon SPd, MPd menjelaskan Pemkab Taput bergerak cepat terjun ke lokasi kejadian dan memastikan proses evakuasi berjalan lancar tanpa kendala.

“Ecxafator dan Damkar milik Pemkab Kabupaten Tapanuli Utara telah diturunkan untuk membersihkan material longsor di badan jalan. Tim evakuasi turut dibantu warga secara gotong royong dan kini arus lalu lintas sudah dapat digunakan,” kata Albert Tampubolon sembari meminta warga tetap waspada perubahan cuaca yang tak menentu.

Sebelumnya, 3 Desa di Kecamatan Simangumban Kabupaten Tapanuli Utara dilanda banjir hebat dan sejumlah akses ruas jalan antar desa tertutup parah tumpukan material longsor, Jumat(28/4/2023) pukul 17.00 WIB.

Tingginya curah hujan sejak pukul 15.00 – 19.00 WIB membuat debit air melebihi daya tampung sungai jadi pemicu meluapnya aliran Sungai Aek Marambong dan Aek Mandingin hingga menyasar permukiman warga sekitar pasar Simangumban.

Selain tak ada korban jiwa, puluhan hektare lahan pertanian sawah diperkirakan bakal gagal panen lantaran genangan air cukup tinggi meski aliran Sungai Batang Toru telah dimodifikasi lewat APBN.

Teks foto, Personil TNI – Polri bergotorong bersama warga membersihkan tumpukan material longsor(ist).

Reporter : Toni Hutagalung