Wabup Karo dan BPPJN Sumut Tinjau Penyelesaian Peningkatan Jalan Liang Melas Datas

Wabup Karo Theopilus Ginting didampingi Kadis PU PR Edward Sinulingga tinjau penyelesian pembangunan peningkatan jalan Liang Melas Datas bersama BPPJN Sumut. (Foto/Ist)

KARO | Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karo Edward Pontius Sinulingga meninjau pembangunan peningkatan struktur jalan bersama Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara Kementerian PUPR RI Ir Brawijaya dan Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR RI, Ir Abram Elsajaya Barus, Meng Sc, di kawasan Liang Melas Datas, Senin (31/10/2022).

Menurut Kadis PUPR Kabupaten Karo Edward P Sinulingga, peninjauan itu dikakukan bersama pihak BPPJN Sumut dan Dirjen Bina Marga, guna mengetahui progres pekerjaan terakhir. Karena sebelumnya saat Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke kawasan itu memerintahkan supaya pihak terkait segera membangun jalan menuju kawasan Liang Melas Datas (LMD).Perintah presiden itu sifatnya mendesak dan segera. Mengingat kondisi infrastruktur jalan selama ini sulit dilalui transfortasi umum untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat menuju pasar.

Setelah kami meninjau langsung pembangunan peningkatan jalan dikawasan desa Liang Melas Datas yang melintasi Desa Kuta Pengkih, Dusun Cerumbu, Dusun Kuta Kendit,Kecamatan Mardingding dan Desa Kuta Mbelin Kecamatan Lau Baleng sudah dapat dilalui dengan nyaman dan tenang.

“Warga sekitar merasa bagaikan mimpi. puluhan tahun menunggu pembangunan infrastruktur jalan menuju Liang Melas Datas, baru di era Presiden Jokowi harapan masyarakat kawasan itu terealissi. Seperti mimpi mereka melihat kenyataan ini,” ujar Edward P Sinulingga, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (1/11/2022).

Perlu dietahui kawasan Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, secara administratif mencakup 4 kecamatan, 7 desa dan 3 dusun di Kabupaten Karo.

Sementara, Dirjen Bina Marga Hedy Rahadian mengungkapkan, sebelum ditangani, kondisi jalannya sangat sulit dilalui dan hanya bisa dilintasi oleh kendaraan 4×4 seperti mobil jeep dengan kecepatan rata-rata 5-10 kilometer per jam.

“Kami akan lakukan penanganan permanen sepanjang 37,2 kilometer dengan menggunakan tiga jenis perkerasan yaitu perkerasan lentur dengan bahu diaspal, perkerasan lentur dengan bahu Agregat Kelas S, dan perkerasan beton dengan bahu dibeton,” sebutnya.

Kemudian, total lebar badan jalan 5,5 meter dan lebar saluran 1 meter dengan saluran pasangan batu dengan mortar. Kapasitas angkut ditargetkan sekitar 8 ton dengan kecepatan rencana 20 kilometer per jam.

“Penanganan permanen dilakukan dalam 2 paket atau tahapan pada tahun 2022-2023. Paket 1 TA 2022 sepanjang 17,1 kilometer dengan perkiraan biaya Rp 72,5 miliar, dan paket 2 TA 2023 sepanjang 20,1 kilometer dengan perkiraan biaya Rp 92,3 miliar,” ujarnya.

Reporter : Daniel Manik