Maka di tahun 2000-an muncullah mobil pembersih masjid pertama di Padangsidimpuan. Saat ini yayasan sudah menjangkau kurang lebih 16 kabupaten/kota di Sumut.
“Dari 1 mobil menjadi 3, kemudian berkembang di Kota Medan. Alhamdulillah saat ini sudah ada hampir 50 mobil,” ungkap Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck.
Dari cerita tersebut, Wagub memotivasi BKM agar selalu yakin dan sabar dalam berbuat kebaikan. Terutama untuk kemakmuran masjid yang bisa membawa kebaikan bagi banyak orang. Menurutnya tidak ada yang bisa menduga hal yang dicapai ke depan.
Sekretaris Umum DMI Kota Medan Syafrizal Harahap mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman kepada BKM tentang kehadiran masjid sebagai tempat membangun kekuatan ekonomi umat, serta melakukan inovasi dalam melakukan pemberdayaan ekonomi.
“Untuk memperkuat ekonomi umat dari masjid, maka BKM harus punya visi yang jauh, pemahaman itu yang diberikan pada pelatihan ini,” kata Syafrizal.
Selain itu, pelatihan juga bertujuan untuk membangun silaturahmi antar pengurus masjid di Kota Medan. Dari situ, pertukaran informasi mengenai kegiatan di masing-masing masjid bisa terjadi.
Dijelaskannya, kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 50 orang pengurus BKM dari 25 masjid di Kota Medan. Pelatihan manajemen akan terus dilakukan pihaknya, lantaran masjid di Kota Medan sangat banyak mencapai sekitar 1.080 masjid.
“Kami akan terus melakukan kegiatan ini agar memberi pemahaman kepada BKM bahwa mengelola masjid tidak hanya bagaimana salat di masjid, namun juga mampu membangun kekuatan ekonomi agar dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan di sekitar masjid,” ujar Syafrizal.cr-03







