ACEH SELATAN | Warga Batee Sa Neuk Desa Air Berudang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan membutuhkan jalan setapak untuk menuju ke kebun pala di wilayah lembah perbukitan sekitar.
Chairan Nursyam, Suhaimi Asri dan Desi Yulia serta sejumlah pemilik kebun pala di wilayah lembah perbukitan tersebut menyampaikan keluhan mereka kepada Orbitdigital, Selasa (14/7/2026) bahwa puluhan tahun mereka harus berjalan bertatih tatih untuk menuju ke kebun, mereka sangat mengharapkan perhatian dari pihak mana pun, baik dari Pemkab Aceh Selatan maupun dari Pak Presiden Prabowo Subianto agar perhatikan mereka.
Pasalnya, jalan menuju ke kebun selain pendakian yang terjal diperparah dengan kondisi medan dalam keadaan rusak sehingga membahayakan dan menyulitkan warga saat melintas, pada saat mengangkut hasil kebun dengan memikul beban berat, terpelset sedikit langsung terguling.
Kondisi medan yang terjal dan menanjak merupakan akses vital yang setiap hari digunakan masyarakat yang memiliki kebun pala di wilayah lembah perbukitan Dusun Batee Saneuk Desa Air Berudang Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan.
Menurutnya, kondisi jalan menuju ke gunung sangat memprinhatinkan kondisinya memang sangat parah tanjakannya sangat lumayan terjal selain sangat parah juga asal daerah tersebut diguyur hujan lebat,masyarakat yang mau turun tak dapat berjalan lagi,selain lumpur juga jalannya pun licin sehingga masyarakat harus meluncur dengan menggunakan pelepah pinang.
Seharusnya bukan rusak memang pada dasarnya tidak memiliki jalan,namun masyarakat asal menuju ke kebun hanya berpijak pada akar akar kayu yang menonjol sehingga salah salah berpijak dan melangkah langsung terguling bagaikan bola kaki yang kenak tendang.
Akar akar kayu yang menjadi pijakan kaki kayu sangat menyulitkan warga saat melintasinya, dengan medan terjal membawa pulang hasil kebunnya dengan memikul di pundak,inilah yang menjadi beban berat bagi para pekebun pala.
Kondisinya parah dan penuh dengan ke rusakan, tentu sangat menghambat mobilitas warga, begitu juga pada dasarnya berjalan di akar akar kayu yang menonjol dan lerengan bebatuan.
Warga yang memiliki kebun di daerah tersebut juga sangat penuh ke hati hatian saat menanjakkan kaki disela sela akar kayu dan bebatuan yang penuh dengan cermat,salah pijak kaki diakar kayu langsung terguling kebawah yang di tunggu oleh bebatuan besar.pungkasnya, Asri dan Desi. Yun








