175 Pengungsi Wamena Tiba Kantor Gubsu

Warga asal Sumut pengungsi tragedi kemanusiaan Wamena saat tiba di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Senin (21/10/2019). (orbitdigitaldaily.com/Toni Hutagalung)

MEDAN – Ratusan pengungsi bencana sosial tragedi kemanusiaan Wamena, Papua akhirnya tiba di Kantor Gubsu, Senin (21/10/2019) sekitar Pukul 14.15 WIB.

Rombongan tiba dengan pengawalan Tim Sumut Peduli Wamena yang terdiri atas BPBD, Dinas Perhubungan, Kesbanglinmas, Dinas Sosial dan Biro Humas dan Keprotokolan.

Begitu sampai, turun dari bus, mereka langsung diarahkan ke lantai dua Aula Raja Inal Siregar untuk istrahat . Mereka juga dijamu hidangan makan siang yang sudah disiapkan panitia.

Diketahui mereka ‘dilarikan’ dari Wamena menuju Tanjung Priok melalui jalur Laut berjumlah 250 orang.

Dari Tanjung Priok selanjutnya perjalanan dilakukan melalui jalur darat dengan delapan bus, Jumat (11/10/2019) kemarin.

Namun yang tiba di Sumut berjumlah 175 orang karena sebagian ada yang singgah di tempat keluarga  sebelum tiba di Medan.

Kepala BPBD Sumut Riadil Lubis kepada wartawan Harian saat menyambut kedatangan warga Wamena asal Sumut, Senin (21/10/2019) mengatakan tim Sumut Peduli Wamena bersama rombongan tiba tanpa kendala.

“Setiap rombongan bus didampingi tim. Yang tiba 175 orang karena sebagian ada yang singgah di tempat keluarga. Ada satu keluarga asal Labuhanbatu harus tinggal di Tanjung Priok karena hamil tua dan mau melahirkan sehingga tidak diperbolehkan tim dokter,” kata Riadil didampingi Kabiro Humas, Hendra Senin sore.

250 pengungsi ini nantinya akan dipulangkan ke 14 kabupaten/kota asal seperti Tapanuli Utara 7 orang. Humbang Hasundutan (Humabahas) 11orang.

Kemudian Toba Samosir 48 orang, Simalungun 36 orang, Dairi 13 orang , Deliserdang 3 orang, Labuhanbatu Utara 1 orang.

Selanjutnya Kota Siantar 3 orang. Kota Medan 41 orang, Batubara 1 orang, Tapanuli Tengah (Tapteng) 1 orang,  Langkat  1 orang.

Tak hanya pengungsi asal Sumut, ada pula pengungsi asal Provinsi Pekanbaru Riau sebanyak 4 orang, Kotacane Kabupaten Aceh Tenggara 5 orang. Total seluruhnya berjumlah 175 orang termasuk anak-anak.

Reporter: Tonijer Hutagalung