20 Tersangka Rusuh Madina, Kapoldasu Sebut Pendemo Minta Fee BLT 30 Persen

oleh -187 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin (kanan) mengintrogasi salahsatu tersangka didampingi Dir Reskrimum Kombes Irwan Anwar. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) mempersangkakan 20 orang sekaitan keributan yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Diketahui dua diantaranya adalah anak di bawah umur.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Martuani Sormin saat memimpin konferensi pers di Mapolda Sumut.

Jendral bintang dua ini tampak didampingi wakilnya, Brigjen Pol Dadang Hartanto SH, SIK, M.Si, Karo Ops, Dir Krimum dan Kabid Humas Polda Sumut di depan Gedung Dit Reskrimum Polda Sumut, Rabu (8/7/2020).

“Setidaknya ada 20 orang yang menjadi tersangka dua diantaranya anak-anak, salahsatu diantaranya seorang perempuan. Dari 18 tersangka ada yang bertugas sebagai provokator massa untuk mengumpulkan dan membakar amarah massa dan melakukan aksi penutupan jalan. Ada yang berperan sebagai pelempar batu ke polisi dan membakar mobil Wakapolres Madina,” ungkap

Dir Reskrimum Irwan Anwar menggiring 18 tersangka rusuh Madina kembali ke sel tahanan. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

Kapolda Sumut mengatakan aksi keributan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat namun juga mahasiswa dari luar Desa Mompang Julu.

“Mereka meminta Dana Desa sebesar 30 persen sehingga meminta kepala desa untuk menyerahkan kepada pendemo dari dana BLT,” ujar Martuani.

Dalam kesempatan itu, Martuani mengimbau kepada masyarakat jangan ada yang meminta fee 30 persen dari Dana Desa (DD) atau BLT.

“Saya tegaskan kepada masyarakat jangan ada yang meminta fee BLT kepada kepala desa,” tegasnya.

Dari tangan tersangka beberapa barangbukti diamankan yaitu satu unit mobil Wakapolres dan mobil warga bernomor polisi BB 1878 LR yang keduanya dalam keadaan rusak terbakar.

Selanjutnya sebuah sepedamotor matic dalam keadaan rusak terbakar dan bongkahan batu dari TKP yang digunakan untuk melempari petugas yang melakukan pengamanan.

 “Ada enam anggota Polri yang terluka dan kendaraan Dinas Wakapolres yang terbakar. Sampai saat ini situasi di Desa Mompang Julu sudah kembali aman dan kondusif. Polda Sumut akan terus bertindak profesional untuk mencari dalang-dalang yg masih dalam pengejaran kita,” jelas Martuani

Kembali ia menegaskan tidak ada kesalahan dari Kades sekaitan dana BLT yang diberikan kepada masyarakat.

“Motif saat ini mereka meminta jatah 30% dari dana BLT dan belum di temukan adanya aktor lain di balik ini. Tidak ada yg boleh meminta hak atas BLT yang diberikan pemerintah dan di sini Polda Sumut dan Polres Madina sudah selidiki tidak ada kesalahan dari Kades Karena dana BLT yg di berikan sudah sesuai,” tutup Irjen Martuani. (Diva Suwanda)