51 Keluarga RTM Desa Sinar Peroleh Bantuan Surplus UPK SPP Perguliran

Penyerahan bantuan kepada keluarga RTM oleh Kepala Desa Narumonda 1, Perri Marpaung, Kamis (5/3/2020). (orbitdigitaldaily.com/Bernard Tampubolon)

TOBA – Sebanyak 51 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong dalam Rumah Tangga Miskin (RTM) mendapat bantuan dari surplus usaha Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Perguliran Kecamatan Siantar Narumonda.

Demikian disampaikan Gomgom Simangunsong, Ketua UPK SPP Perguliran saat menyerahkan bantuan kepada 4 KK RTM di Desa Narumonda 1 pada Kamis (5/3/2020).

“Dana Surplus ini merupakan akumulasi sejak tahun 2016 hingga 2019 dan kita sumbangkan kepada para RTM di seluruh wilayah di kecamatan. Semua desa kebagian, baik yang memiliki SPP berpartisipasi maupun tidak,” terang Gomgom.

“Adapun jenis bantuan ini adalah sembako, diantaranya Beras 10 kg per KK, minyak goreng 2 kg, gula putih 2 kg, susu kental 2 kaleng, serta bubuk teh 1 kotak. Semoga bermanfaat,” sebutnya lagi.

Terkait pemberian bantuan itu, Perri Marpaung, Kepala Desa Narumonda 1 menyatakan salut dan memberi apresiasi atas kepedulian pengurus UPK SPP Perguliran Kecamatan Siantar Narumonda kepada keluarga miskin.

Dalam kesempatan itu, Perri menyatakan bahwa masih banyak lagi warga yang lebih layak dimasukkan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk menerima bantuan dari pemerintah.

“Seperti penerima bantuan saat ini, mereka memang tidak memiliki rumah sendiri, tidak ada lahan pertaniannya, tidak memiliki pekerjaan menetap, bahkan sudah habis tenaga alias lansia,” terang Perri.

Perri berjanji, dalam waktu dekat dirinya akan mengevaluasi kelayakan para warganya yang mendapat bantuan melalui program PKH. “Harus adil dan harus merata, tidak boleh ada ketimpangan,” tegas Perri.

Alatan Marpaung (70), salah seorang kakek renta yang mendapatkan bantuan dari UPK SPP Perguliran itu menyampaikan terimakasih yang tak terhingga.”Baru kali ini ada orang yang memperhatikan kami,” ujarnya berderai air mata.

Reporter: Bernard Tampubolon