MADINA | Perusahaan panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) melakukan kegiatan normalisasi sumur T-11 di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (21/12/2022)
Pantauan wartawan di lokasi, kegiatan normalisasi ini dimulai sekitar pukul 13.30 Wib, sesuai prosedur pamobvitnas dilakukan dengan pengamanan anggota TNI Polri.
Turut juga menyaksikan beberapa orang mahasiswa dari lintas organisasi. Kegiatan selesai sore sekitar pukul 17.00 Wib berjalan lancar.
Wakil Kepala Teknik Panasbumi PT SMGP Ali Sahid mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan izin dari direktorat jenderal EBTKE Kementerian ESDM. Dalam surat tersebut EBTKE mencabut surat sebelumnya yang memerintahkan menghentikan sementara kegiatan PT SMGP.
EBTKE dalam suratnya mengizinkan PT SMGP melakukan kegiatan dengan memperhatikan dan mengutamakan keselamatan masyarakat sekitar.
“EBTKE sudah mengeluarkan izin kepada SMGP melakukan kegiatan tersebut. Atas dasar itulah kita melakukan kegiatan ini. Alhamdulillah selama kegiatan normalisasi sumur T-11 berjalan lancar dan aman,” kata Ali Sahid.
Disinggung mengenai surat Bupati Madina tertanggal 20 Desember yang isinya meminta PT SMGP menunda dulu kegiatan tersebut, PT SMGP kata Ali Sahid menghargai surat itu.
“Memang tadi malam sekitar pukul 21.00 WIB pak Sekda dan beberapa teman-teman dari Pemda Madina datang ke basecamp menyampaikan surat meminta penundaan, kita hargai itu, tapi kita sudah lakukan sesuai jadwal dan izin dari EBTKE,” kata Ali Sahid.
Soal penundaan itu sepekan yang lalu pemda sudah meminta kita agar ditunda kegiatannya dan kita sepakat ditunda, tapi untuk hari ini karena sudah sesuai jadwal dan semua sudah dipersiapkan maka kegiatan tetap kita jalankan, dengan mempedomani semua instruksi Direktorat EBTKE, tambahnya.
“Dan hasilnya berjalan aman dan lancar, tidak ada insiden sejak dimulai hingga selesai,” ujarnya mantap.
Dukungan Warga
Terpisah, Ketua Forum Peduli Masyarakat Puncak Sorik Marapi plus Purba Lamo Abdul Somad Lubis didampingi Sekretaris Khoirul Abdi Rangkuti bersama warga lainnya kepada wartawan menjelaskan, mereka mendukung kegiatan normalisasi sumur T-11 ini karena PT SMGP sudah menjalankan rekomendasi dari pusat pasca peristiwa 27 September yang lalu.
Forum ini, kata Somad dibentuk masyarakat dan disetujui semua kepala desa se Kecamatan Puncak Sorik Marapi yang tujuannya mengawasi apabila PT SMGP tidak menjalankan tanggungjawabnya. Terkhusus tanggungjawab atas kejadian tanggal 27 September lalu.
Di sisi lain Somad menjelaskan mereka sudah mengingatkan PT SMGP apabila kegiatan normalisasi sumur T-11 hari ini ditunda atau tidak jadi dilaksanakan, maka forum peduli masyarakat Puncak Sorik Marapi ini akan mengambil tindakan.
“Malah kami yang mengingatkan PT SMGP agar tetap menjalankan kegiatan ini, apabila sempat ditunda kami akan melakukan penyanderaan terhadap SMGP, kami akan bertindak, karena sudah 3 bulan masyarakat ini kehilangan pekerjaan dikarenakan adanya penghentian sebagian operasi PT SMGP mulai September yang lalu,” jelas mereka.
Reporter : Sulaiman Nasution







