Ragam  

Dosen Universitas Al-Azhar Kenalkan Sistem Monitoring Kompos Berbasis IoT (Simosti) pada Kelompok Tani Pondok Miri Asri

Dosen Universitas Al-Azhar melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memperkenalkan sistem monitoring kompos berbasis IoT (Simosti) dan penggunaan marketplace.

Kegiatan tersebut dilakukan pada Kelompok Tani Pondok Miri Asri Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deliserdang yang merupakan mitra pada kegiatan ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan efisiensi pengolahan pupuk kompos dan jangkauan pemasarannya pada mitra.

Universitas Al-Azhar di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) telah didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) untuk melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat tahun 2024.

Program pengabdian tersebut diketuai oleh Panangian Mahadi Sihombing ST MT dari dosen Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dengan anggota Dr. Dra. Masdania Zurairah Sr MSi yang merupakan dosen prodi teknik industri dan Rafiqah Humaira S.Tr Bns MSi yang merupakan dosen prodi akuntansi.

Dua orang mahasiswa program sarjana yaitu Mehram Arya Wijaya dari prodi akuntansi dan Reihand Fahriza dari prodi teknik elektro juga diikutsertakan untuk mendukung program merdeka belajar dan kampus merdeka (MBKM) serta membantu kegiatan pengabdian.

Ketua Tim Pengabdian Panangian Mahadi Sihombing ST MT mengatakan, penerapan teknologi diperlukan untuk meningkatkan efisiensi pengolahan pupuk kompos dan pemasarannya.

“Simosti berfungsi mengukur parameter pupuk pada masa dekomposisi atau pengomposan seperti kelembaban, suhu, Ph, konduktivitas, nitrogen (N), phosfat (P), dan kalium (K). Selain itu, penggunaan marketplace seperti shopee dan tokopedia sebagai platform berfungsi meningkatkan pemasaran pupuk kompos yang dihasilkan,” jelasnya.

Edukasi Teknologi

Anggota Tim Pengabdian Dr. Dra. Masdania Zurairah Sr MSi menambahkan, parameter pupuk tersebut mempengaruhi tingkat kematangan pupuk kompos untuk siap digunakan. Pupuk yang matang berwarna kehitaman, tidak panas, dan tidak berbau. Rafiqah Humaira, S.Tr Bns MSi juga mengatakan penggunaan marketplace akan memberikan dampak peningkatan penjualan pupuk kompos yang telah dihasilkan.

Pada pengabdian tersebut, peserta yang merupakan Kelompok Tani Pondok Miri Asri dibantu oleh Reihand Fahriza (mahasiswa) dalam edukasi teknologi internet of things (IoT) yang memungkinkan parameter pupuk pada masa dekomposisi tersebut dapat dimonitor melalui android dari tempat yang jauh.

Mehram Arya Wijaya (mahasiswa) juga membantu edukasi peserta terkait penggunaan marketplace meliputi aplikasi shopee dan tokopedia melalui android.

Sementara, Supriyadi sebagai ketua Kelompok Tani Pondok Miri Asri mengucapkan terimakasih kepada tim pengabdian masyarakat Universitas Al-Azhar atas pengenalan dan pemberian alat Simosti serta pengenalan marketplace. Harapannya kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan kembali di masa mendatang.

“Kami bersyukur atas kehadiran alat Simosti ini karena dapat mengetahui secara real time parameter pupuk pada masa dekomposisi sehingga kami dapat melakukan tindakan yang tepat dan cepat untuk meningkatkan kualitas pupuk yang akan dihasilkan,” katanya.

Perlu adanya tindakan untuk pupuk pada masa dekomposisi seperti membolak-balik pupuk, pemberian kapur dolomit dan pengurai tricoderma, dan lainnya untuk menghasilkan kualitas pupuk yang baik, tambahnya.

Rifin