Medan  

Sekolah Lalai, Ratusan Siswa SMK Negeri 10 dan MAN 2 Medan Gagal Ikut SNBP

Para surid SMK Negeri 10, Jalan Teuku Cik Ditiro, Medan unjuk rasa terkait SNBP, Kamis (6/2/2025). foto. Ist

MEDAN | Sebanyak 140 siswa SMK Negeri 10 Medan dan 322 siswa MAN 2 Model Medan gagal mendaftarkan diri masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Kegagalan mereka disebabkan kelalaian pihak sekolah yang terlambat dalam meng-input nilai rapor siswa ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Buntut dari kelalaian pihak sekolah itu, ratusan siswa SMK Negeri 10 Medan menggelar aksi demonstrasi di halaman sekolah mereka, Jalan Teuku Cik Ditiro, Kota Medan, Kamis (6/2/2025). Tak hanya siswa, para orangtua siswa juga ikut dalam aksi demonstrasi tersebut.

Mereka berdiri di tengah lapangan basket sekolah. Mereka membawa berbagai poster dan spanduk berisi kata-kata sindiran dan protes ke pihak sekolah. “140 siswa gagal masuk SNBP. Ubur-ubur ikan lele, gagal SNBP le,” bunyi salah satu spanduk yang dibentangkan sejumlah siswa.

Pihak sekolah pun mengakui kelalaian mereka dan meminta maaf.

“Untuk SNBP, kelalaian itu ada di kami, ya. Kami meminta maaf. Karena memang, kami tidak bisa memprediksi waktu. Untuk itu, saya mewakili sekolah, minta maaf,” kata Pehulysa Sagala, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, saat berhadapan dengan siswa yang berdemontrasi, seperti dilansir Kompas.com.

“Namun, kalau untuk menjamin kalian bisa lolos jalur SNBP, kewenangannya tidak ada di saya. Saya hanya bisa berusaha mencari jalan supaya kalian bisa masuk jalur SNBP karena panitianya ada di Jakarta,” katanya.

Mendengar hal itu, orangtua siswa dan siswa pun mendesak agar pihak sekolah mencari jalan keluar. Mereka meminta agar sekolah bersama perwakilan dari siswa dan orangtua pergi ke Jakarta untuk membicarakan masalah itu dengan Kementerian Pendidikan.

Salah satu orangtua siswa, Oktavia Situmorang, mengatakan akibat kelalaian pihak sekolah itu berdampak pada keinginan anaknya, Cika Hutahuruk, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Fakultas Teknik Program Studi Pendidikan Tata Busana.

Padahal sejak jauh hari ia telah memantau Penerimaan Mahasiswa Baru jalur SNBP 2025 di SMK Negeri 10 Medan. Namun ternyata hingga hari terakhir batas pengisian PDSS, pihak sekolah belum juga selesai meng-input data.

“Saya langsung pantau ke sekolah ini karena biasanya di PDSS bermasalah. Sementara yang saya ketahui, pengisian PDSS dimulai dari tanggal 6 Januari 2025 hingga 31 Januari 2025. Saya juga selalu mengingatkan anak saya agar bertanya ke sekolah, apakah dari SMK Negeri 10 sudah selesai (mendaftar PDSS). Namun setelah saya cek langsung le SMK Negeri 10 pada tanggal 30 Januari, ternyata belum juga selesai.

Lalu di tanggal 31 Januari, saya mendatangi kantor (SMK Negeri 10) bersama Ketua Kelas, katanya sedang proses pengerjaan. Sementara berakhir jam 3 sore kemudian kami cek sampai jam 3 statusnya masih tahap 1 masih profil kejurusan, berarti untuk nilai belum selesai. Sehingga dengan otomatis SMK Negeri 10 tidak bisa ikut SNBP,” ungkapnya dengan nada kesal.

Ia pun sudah menanyakan tanggung jawab pihak sekolah mengupayakan perpanjangan waktu pengisian PDSS. Namun hingga tanggal 2 Februari 2025, pengisian nilai rapor siswa ternyata belum juga selesai.

“Saya sangat kecewa sekali, sebab ini menjadi kesempatan bagi siswa SMKN 10 masuk PTN melalui jalur prestasi. Banyak siswa yang menangis dan stres. Mereka merasa tertekan,” ujarnya.

Nasib serupa ternyata juga dialami tiga ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model di Jalan Pancing, Medan. Mereka terancam tidak bisa mengikuti SNBP diduga akibat tidak selesainya pihak madrasah mengisi data di PDSS.

Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Sumut Erwin Pinayungan Dasopang mengakui ada kelalaian pihak MAN 2 Model Medan.

‘Benar ini kelalaian dan tanggung jawab pihak sekolah/madrasah. Dari 42 madrasah di Sumut, MAN 2 tidak menyelesaikan masalah finalisasi data PDSS tersebut. Namun untuk saat ini bahwa secara resmi sudah terbit link resmi menyatakan bahwa dipastikan siswa tersebut bisa mengikuti jalur tes umum. Untuk jalur prestasi saat ini juga kita sedang mengunggu surat atau link resmi untuk perpanjangan masa finalisasi data tersebut dari pihak & lembaga terkait. Kita tinggal menunggu link atau surat resminya,” kata Erwin, melansir Oke Medan, Rabu (5/2).

Ia mengatakan untuk kelalaian ini sudah dilaporkan ke pimpinan dan sudah menyurati secara resmi Kepala MAN 2 Model Medan untuk bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi. (OM-11/Kompas/Okemedan)