Dalam Sebulan Sudah Tiga Kali Ikan Mabuk, Diduga Imbas Limbah Belendit PKS di Langkat

Bocah menunjuhkan hasil tangkapan ikan mabuk di Aliran Sungai Paluh Pakeh, diduga imbas limbah belendit PKS Sawit Langkat (Dok foto.warga sekitar)

LANGKAT | Insiden ikan mabuk di aliran Sungai Paluh Pakeh, diduga imbas limbah belendit PKS Sawit UPL Batang Serangan, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, pada Minggu (9/2/2025) sekira pukul 11.30 WIB, semakin mengkhawatirkan masyarakat.

Bagaimana tidak, selama sebulan ini, sudah tiga kali peristiwa ini terjadi. Untuk diketahui, peristiwa ikan mabuk telah terjadi antara lain, sekira Sabtu lalu, lanjut pada, Rabu (4/2), dan kali ini pada, Minggu (9/2) siang.

Kepada orbitdigitaldaily.com, Jun salah seorang warga Dusun Berseri, Desa Palu Pakeh mengungkapkan, peristiwa ikan mabuk kembali terjadi. Bahkan kali ini tidak seperti sebelum- sebelumnya.

“Tadi siang warga heboh lagi bg, karena air sungai sempat menghitam, dan tidak seperti biasanya, siang tadi ikan dasar seperti ikan nila pun pada mabuk. Ini lebih parah dari sebelumnya,” ucap Jun, warga Dusun Berseri yang bertempat tinggal tidak jauh dari aliran sungai, Minggu (9/2/2025) sore.

Sementera, Herman (38) mengaku resah jika hal ini terus- menerus terjadi seperti ini. “Kami resah. Sebab, sungai di dekat disini biasa oleh warga dipakai tempat memancing utamanya ketika libur kerja. Tapi dengan kondisi itu, tentu tidak ada lagi warga yang mancing di sana,” kesalnya.

Secrenshot foto dalam vidio aliran Sungai Palu Pakeh menghitam diduga imbas limbah PKS Sawit Langkat UPL Batang Serangan PTPN 4. (Dok foto. Warga sekitar)

Menyangkal

Maskep PKS UPL Batang Serangan PTPN 4, Renhat Sibarani terkesan megelak dan menyangkal tanpa memberikan penjelasan panjang soal ikan mabuk. Menurutnya, ikan mabuk itu bisa saja disebabkan karena cuaca dan diracun.

“Coba abg konfirmasi ke bagian petugas umum, ikam mabuk Khan bg bisa aja krn cuaca, dan bisa aja itu diracun,” ujarnya sembari mengalihkan konfirmasi ini ke bagian PU, Jum’at (7/2/2025) siang.

Ia pun seakan berdalih pihaknya tidak ada membuang. “Kami ngak ada buang apa-apa, Mknya darimana asalnya. Coba ke bagian petugas umum,” dalih Masinis kepala PKS UPL Batang Serangan.

Bau Belendit

Sebelumnya, salah seorang warga membantah soal kabar warga meracun ikan. Kepada Orbidigitaldaily.com dia juga mengungkapkan, jika kejadian ikan mabuk ini sekira hari Sabtu lalu, dan di hari Rabu (4/2).

“Belum seminggu uda masuk lagi, dalam bulan ini sudah dua kali kejadian ikan mabuk di aliran sungai,” ujarnya.

“Tidak pernah terlihat ada meracun ikan disungai ini. Ikan yang mabuk baru-baru ini pun bau belendit, berbeda kalau diracun,” tegas pria yang tidak ingin dipulikasikan identitasnya, melalui seluler, Jum’at (7/2).

Menurutnya, jika terus begini kelestarian lingkungan sungai bisa terancam serta membuat induk ikan akan mati, dan bisa menyebabkan kepunahan. Harus ada upaya serius penegakan hukum.

”Sungai adalah rumah ikan, jika ikan-ikan tersebut mati dalam kondisi yang tidak wajar dan dengan jumlah yang banyak, kami khawatir ikan-ikan tidak dapat hidup dan terjadi kepunahan,” kesal warga Palu Pakeh, saat bersama rekan yang saat itu ikut mencari ikan mabuk dialiran sungai tersebut.

(WOD/020)