LANGKAT | PT PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu bersama Politeknik Negeri Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi menjalin kerjasama pemanfaatan FABA (Fly Ash & Bottom Ash) sebagai solusi inovatif untuk pembangunan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Humas PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, Budi Setiawan kepada wartawan, Selasa (29/4/2025).
Kerja sama ini sebagai langkah nyata sinergi antara dunia industri, dunia pendidikan, dan pemerintah daerah untuk menjawab tantangan lingkungan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat.
Supplier Relationship Manageme (SRM) PLN Indonesia Power UBP Pangkalan Susu, I Nyoman Buda berkomitmen mendukung inovasi lingkungan untuk kehidupan yang lebih baik.
“PLN Indonesia Power terus berkomitmen untuk menjalin sinergi dan kerjasama dengan stakeholder. Pemanfaatan FABA yang direalisasikan di kecamatan simpang keuramat kabupaten Aceh Utara,” ujarnya.
I Nyoman menambahkan, ini adalah wujud nyata PLN Indonesia Power peduli dengan lingkungan dan terus berinovasi dalam pemanfaatan FABA untuk infrastruktur dan mendorong ekonomi masyarakat agar kesejahteraan masyarakat dapat lebih maju dan lebih baik.
“Harapannya dengan kerjasama ini PLN Indonesia Power Pangkalan Susu, Politkenik Negeri Lhokseumawe, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Aceh Utara dapat terus berinovasi untuk lingkungan yang lebih baik serta memajukan ekonomi masyarakat sekitar,” harap SRM I Nyoman.
Sebagai informasi, FABA yang dulunya dikenal sebagai limbah, kini dimanfaatkan untuk Jalan Rabat Beton dan Stabilitasi Tanah di kecamatan simpang keuramat, Kabupaten Aceh Utara.
Konsep Infrastruktur ramah lingkungan dan mendorong ekonomi sirkular, FABA dimanfaatkan untuk pembuatan rabat beton sepanjang 500 meter dan stabilitasi lahan.
Diketahui dalam menjalin kerjasama itu turut
dilakukan peresmian jalan rabat beton yang dihadiri Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil SE, dan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe Dr (C) Ir. Rizal Syahyadi, pada 21 April 2025. (OD-20)







