LANGKAT | Hidayat Syahputra, wartawan sebuah media online di Langkat, kembali mendapat intimidasi dari MK, oknum diduga perambah hutan di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Tidak hanya diintimidasi di depan umum, Hidayat juga mengalami tindakan kekerasan. MK yang disebut-sebut merupakan orang dekat Bupati Langkat Syah Afandin bahkan sempat mengajak Hidayat berkelahi.
“Tadi kejadiannya. Aku lagi duduk sama kawan-kawan di Kopi Paret. Gitu datang, dia (MK) langsung marah-marah. Sempat dipukulnya dada kiri ku,” ungkap Hidayat kesal, Selasa (8/7/2025) pagi.
Menurut jurnalis yang biasa disapa Dayat ini, kejadian yang dialaminya itu buntut dari pemberitaan dugaan perambahan hutan di Lau Damak, Bahorok. Di mana MK diduga membangun 2 kolam renang yang disebut-sebut milik Bupati Langkat di kawasan hutan tersebut.
produksi terbatas (HPT).
Tak hanya itu, di lokasi pada koordinat 3.456049 LU – 98.161316 BT yang diduga masuk kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tersebut, juga dikabarkan akan dibangun sebuah vila. MK disebut merasa tak senang, karena foto aktivitas pembangunan kolam renang yang diunggah di akun Facebook miliknya diunduh beberapa awak media.
“Dibilangnya, kok kau ambil foto-foto di Facebook ku. Tadi banyak saksinya pas dia melakukan tindak kekerasan. Mungkin karena merasa dekat sama bupati, makanya arogan dia,” ketus Dayat.
Diberitakan sebelumnya. Pasca-pemberitaan soal bangunan dua kolam renang diduga masuk kawasan hutan produksi terbatas (HPT) di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, membuat oknum berinisial MK gerah.
MK, oknum pengelola yang disebut-sebut orang dekat Bupati Langkat Syah Afandin pun memaki Hidayat Syahputra dengan kata-kata kasar melalui aplikasi percakapan WhatsApp pada Rabu (2/7/2025).
Selain menulis kata-kata yang kurang pantas, MK meminta Hidayat menghapus foto-foto yang diambil dari FB (facebook) MK.
Sebelumnya diberitakan, bangunan dua kolam renang yang diduga masuk dalam kawasan HPT ditemukan di Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Lokasi kolam disebut berada pada koordinat 3°27′21.776″N 98°09′40.737″E, yang merupakan wilayah hutan produksi tetap. (Tim/OD-20)







