Pasca-penyegelan Sekolah oleh Pemkab, Ratusan Siswa MTs Al Washliyah Petumbukan Pindah Belajar ke Gedung I

Rahmmad Jamil (tengah) bersama Kepala Kemenag Deli Serdang Syarifuddin (ketiga dari kiri). Ist

MEDAN | Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara memastikan proses pembelajaran siswa MTs Al Washliyah Petumbukan tetap berlangsung meski madrasah tersebut tak lagi menempati Gedung SMPN 2 Galang yang telah disegel oleh Pemkab Deli Serdang.

Kepastian itu disampaikan Koordinator Majelis Pendidikan Wilayah Al Washliyah Sumatera Utara Rahmmad Jamil yang mengaku telah meninjau langsung ke lokasi madrasah di Dusun I, Desa Petumbukan, Kecamatan Galang, Selasa (15/7/2025) pagi.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang Syarifuddin dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Deli Serdang Muhammad Fery juga turut serta dalam peninjauan itu.

“Tadi kami turun meninjau ke lokasi untuk memastikan proses pembelajaran anak-anak kami di madrasah tersebut tetap berlangsung,” kata Jamil kepada Orbit Digital, Selasa petang.

Jamil menerangkan, untuk memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung, seluruh siswa MTs Al Washliyah Petumbukan dipindahkan ke Gedung I Al Washliyah yang lokasinya masih berada di wilayah Petumbukan.

“Lokasi Gedung I tak begitu jauh dari SMPN 2 Galang yang sebelum disegel Pemkab, dipinjam-pakai MTs Al Washliyah sebagai Gedung II,” ungkap Jamil.

Di Gedung I tersebut terdapat tiga satuan pendidikan milik Al Washliyah, yakni SMK, madrasah aliyah, dan MTs.

“Dari hasil koordinasi dan dialog kami dengan Kepala MA, Kepala MTs, dan Kepala SMK Al Washliyah, disepakati anak-anak MTs Al Washliyah Petumbukan seluruhnya akan melaksanakan proses pembelajaran di Gedung I,” ujar Jamil.

Jamil menyebut, jumlah siswa MTs Al Washliyah Petumbukan yang dipindahkan dari SMPN 1 Galang ke Gedung I sebanyak 12 lokal dengan asumsi per rombongan belajar atau lokal sebanyak 32 siswa.

“Tadi sudah ada 9 lokal yang disiapkan di Gedung I untuk menampung anak-anak MTs Al Washliyah Petumbukan. Insya Allah 3 lokal lagi segera menyusul,” ujarnya.

Soal bagaimana teknis pengaturan jadwal jam belajar siswa di Gedung I Al Washliyah tersebut, akan segera dirapatkan oleh Kepala MA, Kepala MTs, dan Kepala SMK bersama orangtua siswa dan pihak terkait lainnya.

“Kecuali SMK yang sudah memulai menerapkan sekolah 5 hari sesuai instruksi Disdik Provsu, siapa nanti yang masuk pagi, siapa yang masuk siang, silakan dirapatkan bersama orangtua siswa,” imbau Jamil. (OM-03)