Idulfitri 1447 H

BNI Gelapkan Rp28 Miliar Uang CU Gereja Katolik Paroki Aek Nabara

Kepala Cabang BNI Rantauprapat Muhammad Kamel (memegang mik) didampingi Pastor Yonas dan Pastor Ino saat memberi penjelasan kepada ratusan jemaat terkait hilangnya uang CU Gereja Katolik Paroki Aek Nabaran sebesar Rp28 miliar.

LABUHANBATU | Ratusan jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu mendatangi Kantor BNI Cabang Rantauprapat untuk menanyakan hilangnya uang tabungan CU Gereja Katolik Paroki Aek Nabara sebesar Rp28 miliar, Kamis (12/3/2026).

Pastor Yonas mengatakan, hilangnya uang tabungan CU Gereja Katolik Paroki Aek Nabara diduga digelapkan pihak manajemen BNI yang berada di Aek Nabara dan baru diketahui pihak Gereja Katolik sekitar pada akhir bulan Februari 2026 lalu.

“Kami mengetahui uang kami digelapkan manajemen BNI Aek Nabara sekitar 18 hari lalu,” sebut Pastor Yonas.

Sementara Pastor Ino membenarkan hilangnya uang tabungan CU Gereja Katolik Paroki Aek Nabara yang disimpan di BNI Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu secara bertahap dan baru diketahui sekitar akhir bulan Februari 2026 lalu.

“Kami mengetahui uang yang kami simpan di BNI Aek Nabara hilang di akhir bulan Februari 2026 atau 18 hari lalu dan kalau mau lebih lengkap kronologinya supaya datang ke Paroki Aek Nabara,” jawab Pastor Ino.

Pantauan di lapangan, terlihat ratusan jemaat Gereja Katolik Aek Nabara tersebut dipimpin langsung Pastor Yonas dan Pastor Ino serta didampingi beberapa suster melakukan demo di pelataran parkir BNI Cabang Rantauprapat yang terletak di Jalan Ahmad Yani untuk meminta kepada Kepala Cabang BNI Rantauprapat memberi penjelasan terkait hilangnya uang tabungan mereka.

Kepala Cabang BNI Rantauprapat Muhammad Kamel di hadapan ratusan jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara mengatakan, setelah dilakukan pembicaraan dengan Pastor Yonas dan Pastor Ino serta perwakilan jemaat, pihak BNI Cabang Rantauprapat akan menalangi sebesar Rp7 miliar dan akan dibayarkan paling lama pada tanggal 30 Maret 2026.

“Pembayaran berikutnya, pihak BNI Cabang Rantauprapat akan melakukan verifikasi dan pengecekan dokumen-dokumen bukti berikutnya dan pembayarannya akan saya antar langsung ke Gereja Katolik Paroki Aek Nabara,” terang Muhammad Kamel.

Usai mendengar penjelasan oleh Kepala Cabang BNI Rantauprapat, terlihat ratusan jemaat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara meninggalkan Kantor Cabang BNI Rantauprapat dipandu Pastor Yonas dan Pastor Ino untuk menaiki kendaraan mereka masing-masing. (Robert Simatupang)