MADINA | Pembukaan jalan poros Desa Banjar Malayu, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara yang dikerjakan sekitar empat bulan lalu, kini menuai sorotan masyarakat.
Proyek tersebut diduga kurang profesional karena kondisi jalan dinilai belum layak dilalui dan tidak dilengkapi saluran parit di sisi jalan.
Akibat tidak adanya drainase, badan jalan disebut cepat rusak saat diguyur hujan.
Bahkan, di sejumlah titik terjadi longsor, terutama pada jalur perbukitan, sehingga akses jalan baru tersebut sulit digunakan warga.
Berdasarkan keterangan masyarakat setempat, saat ini warga masih memilih menggunakan jalur lama karena jalan poros yang baru dibuka dinilai belum aman dan belum memadai untuk aktivitas harian.
Saat dikonfirmasi, salah seorang tokoh masyarakat Banjar Malayu, Nasution, didampingi OR Rangkuti, Kamis (23/04/2025) sekitar pukul 11.00 WIB, menyampaikan bahwa sejak dibuka empat bulan lalu, jalan tersebut kerap terdampak hujan hingga memicu longsor di beberapa bagian.
Masyarakat berharap pemerintah segera meninjau ulang kondisi jalan poros Banjar Malayu ini, karena saat ini praktis belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, ujar warga tersebut.
Warga juga menilai, apabila anggaran pembangunan difokuskan pada perbaikan jalan lama yang telah longsor, hasilnya bisa lebih bermanfaat.
Bahkan menurut mereka, jalan lama yang sebelumnya dibuka melalui swadaya masyarakat berpotensi ditingkatkan menjadi rabat beton.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera turuntangan agar akses transportasi warga Desa Banjar Malayu kembali normal dan layak digunakan.
Reporter : OD34







