MEDAN | PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara bersama Institut Teknologi PLN (ITPLN) menggelar program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Rekayasa Teknologi untuk Energi Terbarukan bagi Generasi Muda” di SMAN 4 Medan, Senin (27/7/2026).
Kegiatan edukatif yang diikuti puluhan siswa kelas XI yang didampingi para guru dan Kepala SMAN 4 Medan untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap energi terbarukan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
SMAN 4 Medan menjadi satu-satunya sekolah penerima program Corporate Social Responsibility (CSR) setelah SMAN 39 Jakarta, SMAN 5 Surabaya, SMA Taruna Brawijaya, SMA Gama Yogyakarta, dan SMA Taruna Nusantara Magelang.
General Manager PT PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir Salman, menegaskan bahwa energi listrik bukan sekadar sumber energi, melainkan elemen vital penopang seluruh aspek kehidupan.
”Listrik bukan sekadar energi, tetapi kehidupan. Siapa yang menguasai energi, akan memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan,” ujar Salman mengawali paparan.
Salman memperkenalkan berbagai inovasi energi ramah lingkungan, mulai dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy).
Menurutnya, pemahaman terhadap teknologi bukan hanya penting bagi dunia pendidikan, tetapi investasi sumber daya manusia di masa depan.
Ia mengajak para pelajar untuk membangun pola pikir yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mempersiapkan diri menghadapi transisi energi yang kini menjadi perhatian dunia.
Sebagai gambaran pentingnya keandalan pasokan listrik, Salman mengisahkan pengalaman PLN saat memulihkan jaringan akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Tapanuli pada 25 November 2025.
Bencana ekologis menyebabkan terputusnya aliran listrik hingga mengganggu pelayanan kesehatan, termasuk tertundanya layanan cuci darah di RSU Sibolga.
Meski harus menembus ratusan titik kerusakan dari Adiankoting, Tapanuli Utara, hingga Sibolga Julu, tim PLN akhirnya berhasil memulihkan jaringan pada 27 November sehingga layanan rumah sakit dapat kembali beroperasi dan pasien menjalani terapi yang sempat tertunda.
”Peristiwa itu menunjukkan bahwa listrik bukan hanya kebutuhan sehari-hari, tetapi menyangkut keselamatan dan kehidupan manusia,” katanya.
Salman juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus belajar, membangun karakter yang kuat, serta menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.
Ia mengapresiasi banyaknya alumni SMAN 4 Medan yang telah berkiprah di berbagai posisi strategis di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, Direktur Training Center Institut Teknologi PLN, Ir Suharto MT, menjelaskan kegiatan CSR untuk memperluas wawasan generasi muda melalui pendekatan teori dan praktik.
Suharto memaparkan konsep pemasangan PLTS skala kecil serta memperkenalkan pemanfaatan sampah organik menggunakan maggot yang kemudian diolah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin aromaterapi.
Menurutnya, inovasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya kreativitas berbasis teknologi.
Generasi Masa Depan
Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan (YPK) PLN, Amiruddin Ginting, yang juga merupakan alumni SMAN 4 Medan, mengatakan program edukasi ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menyiapkan generasi masa depan untuk memahami pentingnya energi bersih dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara dunia industri, pendidikan, dan sekolah, PLN berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki wawasan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesiapan menghadapi tantangan transisi energi menuju Indonesia yang lebih berkelanjutan.
Di penghujung kegiatan, Kepala SMA Negeri 4 Medan, Rita Hartati, MS, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT PLN (Persero) atas kepercayaan menjadikan SMAN 4 Medan sebagai satu-satunya sekolah penerima program Corporate Social Responsibility (CSR)
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan sarana pendidikan, tetapi membuka wawasan dan peluang bagi siswa-siswi untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Teknologi PLN (ITPLN).
Rita menjelaskan, penyerahan CSR merupakan tindak lanjut sosialisasi sebelumnya. Dalam program CSR, pihaknya menerima bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 300 watt yang ditempatkan di laboratorium fisika.
”Bantuan ini menjadi nilai tambah bagi proses pembelajaran karena siswa dapat mempelajari teknologi energi terbarukan secara langsung. Kami berharap sinergi antara dunia pendidikan dan PLN terus berlanjut sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan industri energi di masa depan,” ujar Rita.
Ia juga mendoakan agar PT PLN semakin maju dalam menjalankan perannya sebagai penyedia energi nasional, sekaligus terus berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan.
Selain itu, Rita memberikan apresiasi para alumni SMAN 4 Medan. Menurutnya, kepedulian alumni menjadi teladan bagi para siswa bahwa keberhasilan tidak boleh memutus hubungan dengan almamater, tetapi menjadi motivasi untuk terus berkontribusi dalam memajukan sekolah dan mencetak generasi penerus yang berprestasi. (OM-09).







