UMSU Ukir Rekor MURI Dunia Ketika Fenomena Gerhana Matahari Cincin

Pengamatan Gerhana Matahari Cincin melalui layar yang disediakan OIF UMSU di gedung Pasca Sarjana Jalan Denai, Medan. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

MEDAN – Tadi siang fenomena Gerhana Matahari Cincin berlangsung di wilayah Kota Medan. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) proses terjadinya gerhana dimulai sejak pukul 10.22 WIB dan puncaknya di pukul 12.15 WIB, Kamis (26/12/2019).

Sekaitan dengan fenomena ini, Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) mengukir dua rekor dunia MURI.

Rekor Dunia MURI itu didapat UMSUmelalui Observarium Ilmu Falak (OIF), UMSU membuat 3 ribu kacamata gerhana matahari dan merakit kamera lubang jarum terbesar yang pernah ada.

 Kepala OIF UMSU Arwin Butarbutar mengatakan, dengan kegiatan ini, pihaknya mengajak masyarakat untuk sama-sama belajar melihat fenomena alam gerhana matahari.

“Dengan pembuatan kacamata matahari ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama kita belajar dan menyaksikan peristiwa gerhana matahari ini,” ujar Arwin.

Terlihat juga kamera lubang jarum besar yang dirakit oleh OIF, dimana kamera ini sudah dirancang sejak September lalu, untuk menyaksikan gerhana matahari cincin di Kota Medan.

“Kamera lubang jarum terbesar ini sudah kita uji coba bulan November lalu,” ujar peneliti OIF, Abu, saat dijumpai sedang mengoperasikan kamera lubang jarum.

Tampak petugas OIF UMSU melakukan mengabadikan penampakan Gerhana Matahari Cincin melalui kamera lubang jarum. (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

Dirinya menegaskan, pembuatan 3 ribu kacamata gerhana matahari dan kamera lubang jarum terbesar itu menjadi salahsatu pencapaian yang dilakukan dengan pendaan dari UMSU sendiri.

“Anggaran kita semua murni ditanggung oleh kampus,” tambahnya.

Dalam kesempatan pemantauan fenomena Gerhana Matahari Cincin ini, OIF UMSU juga menyediakan teleskop bagi masyarakat untuk bisa mengamati dengan jelas.

“Teleskop kita sediakan ada 5, jadi masyarakat yang ingin mengamati dengan jelas, bisa melalui teropong tersebut,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebelum dilakukan pengamatan, digelar pula shalat Gerhana di halaman Kampus UMSU Pasca Sarjana.

Ribuan orang diketahui sudah memadati kampus yang berlokasi di Jalan Denai itu sejak pukul 09.00 WIB sebelum pelaksanaan shalat Gerhana pada pukul 10.20 WIB. (Diva Suwanda)