
DELISERDANG |
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang melalui Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) menyelenggarakan Grand Final pemilihan Duta Wisata tahun 2021, Kamis (1/4/2021), di Ballroom Wing Hotel Kuala Namu Kecamatan Batang Kuis.
Hadir dalam acara itu Bupati Deliserdang H Ashari Tambunan beserta Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Ny Hj Yunita Siregar , Wakil Ketua TP PKK Hj Pepen Yusuf Siregar.
Asisten 1 Drs Citra Effendi Capah, KadisPorabudpar Khoirum Rizal ST, Kadis Budpar Provinsi Sumut yang diwakili oleh Kabid Bina Objek Usaha Pariwisata Maike Moganai Ritonga, para Kepala OPD terkait, Camat dan mantan pejabat Pemkab Deliserdang yaitu H Zainuddin Mars, Drs H Azwar S MSi, Drs H Asrin Naim, H Syafrullah, dan para tokoh budaya di Kabupaten Deliserdang.
Dalam sambutannya, Bupati Ashari Tambunan mengatakan, menyambut gembira atas diselenggarakannya kegiatan ini, karena bertujuan memberi ruang kepada pemuda, generasi millenial Deliserdang yang memiliki potensi, bakat, dan kompetensi untuk bersama-sama membangun kepariwisataan atas dasar nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
“Kegiatan ini adalah bagian dari membangun sumber daya manusia, khususnya SDM Kepariwisataan. Selaras dengan misi pertama Kabupaten Deliserdang 2019-2024 yaitu, meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas”, katanya.
Oleh karena itu, kata Ashari Tambunan Lagi, generasi muda khususnya yang mengikuti pemilihan duta wisata tahun 2021 yang memperoleh gelar pada hari ini, maupun masih tertunda keberhasilannya, harus mengambil peran dan fungsi membangun kepariwisataan Kabupaten Deliserdang dengan cara menggali, memahami, memperkenalkan seni, budaya dan pariwisata serta menjalankan budaya luhur daerah.
Namun, sambung Ashari Tambunan, harus memahami bahwa duta wisata adalah bagian komunitas kepariwisataan yang memiliki peranan penting dalam pembangunan kepariwisataan. “Duta wisata adalah pribadi bagian terdepan di suatu daerah dalam menggali, memperkenalkan, hingga menjadi bagian dari denyut kehidupan seni, budaya dan pariwisata”, ujar suami dari Ny Hj Yunita Siregar itu.
Sekarang ini, lanjut Ashari Tambunan, Kabupaten Deliserdang belum menjadi destinasi prioritas di Sumatera Utara, seperti Danau Toba. Tetapi, Deliserdang memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata yang menjanjikan, yang berbasis alam, buatan maupun budaya.
Bupati Deliserdang juga menyampaikan, daya tarik wisata alam dan buatan, usaha pariwisata seperti rumah makan dan restoran, perhotelan, tempat hiburan, serta usaha-usaha pariwsata yang lain cukup banyak jumlahnya di Deli Serdang yang elama ini sudah memberi kontribusi terhadap pendapatan asli daerah serta memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kemudian, ungkap Bupati Deliserang, bahwa kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Walaupun setahun terakhir ini usaha pariwisata sangat terpuruk, pekerjanya banyak yang terkena imbas pemutusan hubungan kerja akibat pandemi covid-19”, ungkapnya.
Ashari Tambunan juga menjelaskan, sejak tahun 2019 Deliserdang mulai mengembangkan desa wisata. Kita menargetkan 1 kecamatan minimal 1 desa wisata. Desa wisata pangsa pasar utamanya bukan wisatawan manca negara, tetapi wisatawan lokal dan domestik. Dengan harapan secara ekonomi akan menimbulkan efek ganda seperti, terciptanya lapangan kerja baru, peningkatan penjualan produk lokal dan peningkatan pembangunan infrastruktur desa.
“Kepada seluruh duta wisata agar terus mempromosikan daya tarik wisata, usaha-usaha pariwisata, seni dan budaya luhur kita yang selama ini sudah dilaksanakan”, harap orang nomor satu di Kabupaten Deliserdang itu.
Harus diingat, pesan Ashari Tambunan, tujuan akhir kepariwisataan yang diamanatkan undang- undang bukan jumlah dan lamanya wisatawan yang berkunjung, atau jumlah uang yang dibelanjakan. Tetapi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, memajukan kebudayaan, mengangkat citra bangsa, memupuk rasa cinta tanah air, memperkukuh jatidiri dan kesatuan bangsa, serta mempererat persahabatan antar bangsa.
“Kepada seluruh peserta dan finalis saya ucapkan selamat berkompetisi. Bagi yang mendapat kesempatan manjadi duta wisata tahun 2021 ini saya ucapkan selamat, semoga dapat mengemban amanah menjadi ikon dan memajukan kepariwisataan Kabupaten Deliserdang. Sedangkan, bagi yang belum beruntung hari ini bersabarlah, kalian masih muda, masih terbuka peluang ke depan, banyak kesempatan dan waktu yang masih bisa merubah segalanya”, pesan Bupati Deliserdang.
Sementara, Kadis Porabudpar Deli serdang Khoirum Rijal dalam laporannya mengatakan, sebelumnya dengan peserta 71 orang dari 20 Kecamatan se-Deli Serdang, sudah diadakan audisi atau seleksi peserta yaitu, tes tertuls, wawancara dan uji bakat. Kamis (25/03/2021) lalu, di Aula P3UD Tanjung Morawa.
Kemudian, jelas Khoirum Rijal, peserta yang sudah lulus seleksi dikarantina, Jumat (26/02/2021), sebanyak sepuluh pasang finalis putra dan putri untuk menjadi Duta Wisata Deliserdang 2021.
Tujuan diadakannya Pemilihan Duta Wisata Deliserdang, sambung Khoirum Rijal, untukTlebih meningkatkan SDM khususnya dalam bidang Pariwisatadan membentuk remaja-remaja yang berdedikasi dan berprestasi”, jelasnya.
Kadis Porabudpar juga menyampaikan, bahwa dewan juri pada ada pemilihan Duta Wisata Deliserdang tersebut, Ny Hj Yunita Ashari Tambunan, Dr Femmy Indriani Dalimunthe, Hj Tengku Mira Sinar, Muhammad Andri dan Yoga Pratama.
Adapun yang menjadi juara pada pemilihan Duta Wisata Kabupaten Deliserdang tahun 2021 adalah, Juara Pertama untuk Putra yaitu, Yoga Putra Ryananda dari Kecamatan Biru-biru dan Juara Pertama untuk Putri yaitu, Nur Latifah dari Tanjung Morawa.
Reporter : Dodi Hamzah Pohan







