MEDAN l Aksi maling belakangan ini semakin mengganas di kawasan Kelurahan Denai Medan. Tiang jemuran yang berdiri kokoh pun coba disikat.
Seperti yang terjadi di rumah seorang warga Jalan Jermal VII Medan, tiang jemuran terbuat dari besi berada di belakang rumah sempat didongkel, namun gagal karena diduga cor semen di tanah kuat dan dalam.
Informasi diperoleh dari masyarakat sekitar Sabtu (04/09/2021) menyebutkan, bekas percobaan pencurian terlihat jelas pelaku berusaha membongkar tiang besi dengan merusak cor semen bagian bawah di atas permukaan tanah.
Pemilik rumah yang merupakan pemuka agama Ustad Khairul Fahmi MPdI yang dihubungi menyebutkan, aksi maling diduga pada Jumat (03/09/2022) tengah malam saat mereka tidur.
Maling masuk melompati pagar belakang rumah setinggi ±2 meter, kebetulan cuaca saat itu hujan rintik sepanjang malam sehingga aksi pencuri tersebut tidak terdengar, kata ustad Fahmi.
Selain itu mungkin ketika beraksi, maling tersebut mendengar penghuni rumah bangun sebagai mana biasa untuk sholat malam, sehingga menghentikan aksinya mendongkel barang buruannya tersebut.
Terhadap aksi nekat maling tersebut, Pak Ustad ini mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati terhadap aksi pencurian yang semakin mengganas itu, kalau hanya barang di luar rumah seperti itu mungkin itu kelalaian
“Yang kita khawatirkan jika maling tersebut masuk ke dalam rumah, mungkin akan berbeda kejadiannya dan kemungkinan lebih fatal,” kata ustad yang juga seorang pendidik tersebut.
Kepala Lingkungan V Saputra ketika dihubungi mengajak warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi maling tersebut, walau sudah berulangkali dilakukan penangkapan tetapi masih saja ada dan makin berani. (Karyadi Bakat)







