ACEH SELATAN – Pembangunan ruas badan jalan puncak singgah mata tanjakan yang menantang terjal dan menurun dengan curam membutuhkan perencanaan yang lebih matang.
Demikian ungkap supir angkutan umum selaku pengguna jalan lintasan Pantai Barat Selatan Aceh Tengah Udien kepada orbitdigitaldaily.com Sabtu (18/6/2022).
Akibat sangat menantangnya tanjakan dan turunan dengan curam lintasan Puncak Singgah Mata jalur tengah pantai barat selatan menuju ke Kabupaten Aceh Tengah sehingga mobil rombongan Kafilah dari pantai barat selatan sempat terhenti di tikungan puncak singgah mata satu.
Karena di daerah tersebut adanya parkiran alat berat di pinggiran jalan sehingga membuat kelabakan para sopir sopir salah satunya bagi pengguna jalan saat melintas di lintasan tanjakan tersebut.
Apa lagi saat sekarang lagi di perbaiki, sehingga banyak kendala saat dilalui, demikian ungkap beberapa tokoh masyarakat pantai barat selatan. Azwarrahman yang dihubungi orbitdigitaldaily.com Sabtu (18/6/2022).
Lintasan jalur tengah yang merupakan satu satunya terobosan yang memakan waktu empat jam tembus ke Aceh Tengah itu juga sempat terjadinya kendala bagi laju mobil akibat tanjakan yang menantang dan terjal itu.
Akibatnya Mobil Rombongan Kafilah dari pantai barat selatan sempat terhenti saat menuju ke Kabupaten Aceh Tengah.
Terhenti tersebut tidak lain tidak bukan karena adanya sekali jalan dengan rombongan Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Barat pas saat itu sekali berangkat menuju Kabupaten Aceh Tengah.
“Kami warga pantai barat selatan memohon kepada pemerintah pusat agar ruas badan jalan provinsi Aceh lintasan tengah tersebut agar dapat dilakukan perencanaan yang lebih matang lagi, karena pendakian sangat terjal dan menantang itu membuat kewalahan bagi pengguna jalan baik mobil pribadi maupun mobil umum lainnya,” katanya.
Ustad Fuadi selaku koordinator kontingen kafilah Aceh Selatan menyebutkan dengan nada yang sama memohon kepada pemerintah pusat agar ruas badan jalan lintas tengah dapat dilakukan dengan perencanaan yang lebih matang.
Karena saat dilalui oleh para Kontingen Kafilah Kabupaten Aceh Selatan melalui transportasi darat saat tiba lintasan tersebut mereka merasa cemas mengingat terjalnya pendakian dan curamnya saat menurun.
Dan para kontingen saat sampai di Kabupaten Bener Meriah langsung disambut oleh kepala desa tempat pemondokan dan besoknya baru di sambut oleh Forkopimdanya dan sekaligus di peusijuk oleh Bupati Bener Meriah
Ustad Fuadi menyebutkan Kontingen kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXV Aceh dari Kabupaten Aceh Selatan dalam perjalanan banyak istirahat sekaligus menikmati ke indahan alam panorama wisata Aceh lintas tengah meskipun dalam kondisi kompoi, namun banyak kenderaan yang terhenti disaat melintasi tanjakan puncak singgah mata,akibat sebagian badan jalan sedang diperbaiki.
Dan hal ini juga menjadi pengalaman bagi pelintas puncak singgah mata karena tanjakan memang sangat menantang, namun pukul 21.00 WIB malam kontingrn Kafilah Aceh Selatan akhirnya sampai juga ke tujuan.
Ustad Fuadi juga menyampaikan setelah menempuh perjalanan jauh melalui transportasi darat, kontingen Aceh Selatan dengan kondisi sehat wal afiat seluruhnya tiba dengan selamat di daratan sejuk Gayo, dan kini ditempatkan di Simpang Tiga Redelong, Bener Meriah.
Menurut Fuadi hanya satu hal yang menjadi kendala bagi para kafilah, khususnya Aceh Selatan.
Hawa udara sejuk atau dingin disaat siang dan malam membuat anak-anak kedinginan Namun demikian kafilah kita dalam kondisi fixs semua.
“Kami selaku koordinator lapangan memohon doa restu dari seluruh masyarakat Aceh Selatan, semoga kafilah kita senantiasa dalam lindungan Yang Maha Kuasa,” harapnya.
Turut disampaikan, sesuai data yang diberikan panitia pelaksana, lokasi perhelatan MTQ ke XXXV Aceh, panggung utama di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda, Bener Meriah.
Sementara untuk cabang lainnya ditempatkan di Masjid Al-Muttaqin, Babussalam, Al – Amilin, Nur Nabawi, Aula Bustanul Arifin, Lapangan Mini Bale Atu, Aula SMA 1 Bukit, dan ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) setempat.
Reporter : Yunardi







