Akhyar mengaku salah satu bait puisi dari Chairil Anwar yang menginspirasi hidupnya yakni “sekali berarti sesudah itu mati”. Artinya setiap manusia harus berarti bagi kehidupan orang lain, tujuan hidup seseorang yang sebenarnya adalah menjadi manusia berarti terhadap manusia lainnya. “Kita semua harus berarti buat orang lain, kita jangan sia-siakan hidup ini. Alangkah sakitnya jika kita mati tanpa berarti apa-apa,” kata Akhyar.
Lebih lanjut Akhyar menjelaskan dunia sastra di Kota Medan harus terus berkembang, Kota Medan memiliki sejarah dan talenta-talenta yang hebat. Tumbuh dan berkembang menjadi roh yang dimiliki Kota Medan sehingga kehidupan di Kota Medan ini penuh warna dan menarik minat para generasi muda.
“Kota Medan telah tumbuh hanya saja roh di Kota Medan itu sendiri kurang. Roh ini salah satunya adalah kesenian, budaya dan sastra. Hal tersebut harus tumbuh dan menarik bagi anak muda tentunya sehingga para generasi muda dapat meneruskan pertumbuhan sastra di Kota Medan. Memang dunia sastra belum dihargai secara finansial tetapi dunia mengakui sastra dibutuhkan. Meski demikian, penggiat seni sastra budaya harus terus berkembang tumbuh mewarnai Kota Medan,” harapnya.cr-03







