ABDYA | Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Susoh Tahun 2026 resmi digelar sebagai bagian dari persiapan menuju MTQ tingkat Kabupaten Aceh Barat Daya dan MTQ Provinsi Aceh 2027. Kegiatan ini berlangsung di arena Masjid Jamik Rawa Susoh dan diikuti puluhan peserta dari berbagai desa.Senin (4/5/2026).malam
Ketua panitia, Yulisman, S.Ag, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan ini menjadi momentum kebangkitan kembali kegiatan keagamaan yang sempat vakum selama beberapa tahun terakhir.
Ia menyebutkan, terakhir MTQ tingkat Kecamatan Susoh digelar pada tahun 2018 di Desa Durian Rampak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya yang telah menginisiasi dan memotivasi kembali pelaksanaan MTQ ini. Ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan semangat masyarakat terhadap syiar Al-Qur’an,” ujar Yulisman.
Ia menjelaskan, MTQ tahun ini diikuti sebanyak 95 peserta yang berasal dari 15 desa di Kecamatan Susoh, dari total 29 desa yang ada. Peserta berkompetisi dalam berbagai cabang, di antaranya tilawah anak-anak, remaja, dan dewasa, tartil Al-Qur’an, hifzil Qur’an, fahmil Qur’an, serta syarhil Qur’an.
“Tidak semua desa dapat berpartisipasi karena keterbatasan peserta, namun kami berharap ke depan seluruh desa dapat ikut ambil bagian,” katanya.
Kegiatan MTQ ini berlangsung selama empat hari, dimulai sejak pembukaan hingga 7 April 2026. Para dewan hakim didatangkan dari luar Kecamatan Susoh guna menjamin penilaian yang objektif, di antaranya dari LPTQ Kabupaten Aceh Barat Daya dan beberapa kecamatan lain seperti Manggeng, Tangan-Tangan, Lembah Sabil, dan Jeumpa.
Camat Susoh, Teuku Nasrul, menegaskan bahwa pembangunan nilai-nilai keislaman harus dimulai dari generasi muda melalui peningkatan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Menurutnya, MTQ menjadi sarana strategis untuk membentuk karakter generasi Qur’ani di tengah tantangan zaman.
Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Zaman Akli, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Akli menilai, pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan menjadi bagian penting dalam persiapan menyambut MTQ tingkat Provinsi Aceh ke-38 tahun 2027, di mana Aceh Barat Daya akan menjadi tuan rumah.
“Ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kita harus mempersiapkan diri tidak hanya sebagai penyelenggara, tetapi juga sebagai peserta yang mampu bersaing dan meraih prestasi,” ujarnya.
Namun, Ia juga menekankan bahwa Aceh Barat Daya tidak boleh hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga harus mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi.
Pada kesempatan tersebut, Zaman Akli juga mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah tantangan modernisasi.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam membangun generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Keberhasilan kita bukan hanya diukur dari meriahnya pelaksanaan MTQ, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai Al-Qur’an dapat hidup dan berkembang di tengah masyarakat,” kata Wabup Akli.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung persiapan MTQ Provinsi Aceh 2027, baik melalui pembinaan generasi muda maupun menciptakan lingkungan yang religius dan harmonis.
Pelaksanaan MTQ Kecamatan Susoh tahun ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan Syiar Islam di Aceh Barat Daya serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
Reporter : Nazli







