Akhyar menambahkan, kompetensi ini juga sangat dibutuhkan di tengah percepatan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Tanpa wartawan yang memiliki kompetensi dan kreativitas yang tinggi, perusahaan media akan tertinggal. Sebab saat ini, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan seseorang secara individual melakukan kerja-kerja jurnalistik. “Kompetensilah yang membuat seorang wartawan atau jurnalis mengutamakan validitas dan terpercaya,” ungkap Akhyar.
Sebelumnya, Direktur UKM PWI Pusat, Prof. Rajab Ritonga, diperlukan standarisasi wartawan sebagai penyampai pesan. Karena itulah, uji kompetensi ini dihelat. Apalagi, profesi wartawan sangat terbuka. Siapa saja bisa menjadi wartawan. Maka, diperlukan ujian keterampilan, disiplin, tanggung jawab, dan pemahaman terhadap profesi kewartawanan. “Sebetulnya uji kompetensi ini tidaklah sulit, karena memang yang diujikan adalah hal-hal yang setiap hari dikerjakan wartawan,” ucapnya.
Sementara it, Ketua PWI Sumut, H. Hermansyah, menyampaikan para peserta uji kompetensi ini benar-benar beruntung, karena para penguji yang dihadirkan dari benar-benar kompeten dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan Prof Rajab Ritonga yang juga merupakan Direktur UKW PWI Pusat merupakan salah seorang penguji dalam uji kompetensi ini,” ucapnya seraya mengatakan, kegiatan ini juga menerapkan protokol kesehatan.” Seluruh peserta ujian juga telah di rapid test begitu juga para pengujinya,” tambahnya.







