Seperti yang dikatakan oleh Abdul Munir Syahdana (44), warga Dusun C Desa Tanah Merah Kecamatan Perbaungan saat dikonfirmasi wartawan orbit digital daily, Senin (22/8/2022) melalui telepon seluler.
“Anak sekolah dan peternak yang mau mencari rumput itu biasanya jalan dari situ. Tapi ya sekarang ya terputus”. Kata Munir
Lebih jauh Munir yang menjabat sebagai Ketua BPD Tanah Merah ini menyayangkan sikap dari pihak Kepolisian yang dibawa pihak perusahaan ke lapangan seperti terkesan memihak kepada perusahaan dengan cara menghalangi warga yang melakukan aksi protes.
“Itulah yang kita sayangkan, mereka sebagai aparat penegak hukum kok sepertinya memihak ke perusahaan gitu”. Tutur Munir
Masih menurut Munir, bahwa pemutusan jalan potongan ini dilakukan tidak hanya satu titik, tapi ada empat titik.
“Di Dusun C Desa Tanah Merah ada dua titik, satu titik di belakang pajak Desa Sei Buluh, dan Satu titik lagi di Kampung Tempel Desa Sei Buluh”. Jelas Munir mengakhiri.
Sumber lain yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan orbit digital daily menuturkan bahwa apa yang dilakukan pihak perkebunan PT. Socfindo dianggap sangat keterlaluan, karena sebagian jalan yang diputus adalah jalan yang selama ini digunakan warga menuju ke pemakaman.
“Jadi cemana nanti kalau mereka mau ke kuburan”. Ucap sumber tadi.







