Sementara itu Wali Kota Medan, Bobby Nasution sebelumnya juga telah menginstruksikan OPD terkait untuk terus melakukan perbaikan data perkembangan covid-19 di Kota Medan. Perbaikan data ini sangat diperlukan dalam menentukan level PPKM di kota Medan.
Langkah cepat Wali Kota Medan dalam memperbaiki data covid-19 ini pun mendapat respon positif dari pengamat sekaligus akademisi dari Universitas HKBP Nommensen, dr Okto P E Marpaung, MBiomed.
Menurutnya sangat penting untuk menyiapkan data yang real time, dalam artian data yang dimiliki harus diperbaharui setiap hari sehingga data yang disajikan valid dan up to date serta benar-benar menggambarkan kondisi terkini. Dalam hal data tidak disajikan secara realtime, maka pengambilan kebijakan atas data tersebut dapat menjadi kurang tepat atau bahkan menjadi salah. Selain itu Pada data Covid-19 yang disajikan tidak real time, maka tidak diketahui dengan pasti apakah pada saat itu angka penyebaran covid-19 masih tinggi atau sudah menurun.
“Data realtime sangat penting sehingga kita bisa melakukan evaluasi program yang dilakukan selama ini, sudah berhasil, perlu di stop atau bahkan diperluas, “Kata Okto PE Marpaung yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen.
Lebih lanjut dirinya juga mengatakan data yang realtime ini juga sangat berpengaruh terhadap kebijakan PPKM yang masih terus diterapkan. Karena akan berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat dan juga pendapatan daerah itu sendiri. Oleh sebab itu Pemko Medan harus memiliki data se-realtime mungkin, sehingga kebijakan yang diambil tepat sasaran.








