“Wali Kota tidak dapat mengambil kebijakan hanya dari kata seseorang saja tetapi harus berdasarkan data dan angka, dan apabila kebijakan yang diambil tidak tepat sasaran maka akan merugikan masyarakat.”ujarnya.
Oleh sebab itu, Okto PE Marpaung menyarankan Pemko Medan harus memiliki data yang realtime agar dapat melakukan recovery yang lebih cepat. Selain itu data tersebut juga harus online, memiliki kriteria dan metode pencatatan/pengukuran yang sama/seragam antar penginput data agar dapat dengan mudah dilakukan sinkronisasi dengan data yang dimiliki oleh instansi lainnya.
“Dan kalau bisa semua instansi itu memiliki satu pencatatan yang baku dan sama atau menggunakan satu sistem,”pungkasnya. cr-03








