Selain itu Arist menyebutkan, Kota Medan saat ini telah menjadi zona merah kekerasan terhadap anak yang tidak pernah diatasi oleh hampir seluruh walikota. Calon walikota hanya memberikan janji dalam kampanye karena itu merupakan eksploitasi politik.
“Saya kira ini latar belakang supaya Kota Medan nanti dimasa akan datang hak-hak dasar anak itu tidak terlanggar lagi,” sebutnya.

Arist juga menitipkan pesan kepada pemimpin yang akan datang agar lebih perduli dengan persoalan anak, karena anak adalah generasi penerus Kota Medan keluarga dan bangsa.
“Jangan eksploitasi anak-anak itu. Kita juga mau mendorong menyampaikan pesan moral bukan hanya sekedar kampanye Kota Medan indah. Tetapi bagaimana secara wujud nyata bahwa perbaikan lingkungan hidup harus benar terimplikasi dengan baik,” ujarnya.
“Sehingga ada ruang terbuka hijau bagi anak untuk membangun tumbuh kembangnya dengan baik dengan diyakininya banyaknya rumah atau tempat yang ramah anak kemudian juga sanitasi yang baik lingkungan yang baik,” tutup Arist.cr-03







