MEDAN | Anggaran rehabilitasi di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara menuai aroma tak sedap lantaran diduga jadi ajang korupsi.
Salah satu aroma tak sedap itu penunjukan langsung pekerjaan rehabilitasi taman gedung dan taman masjid mencapai sekitar Rp400.000.000 pada tahun 2023.
Pekerjaan rehabilitasi kedua taman dalam satu lingkungan itu dilaksanakan perusahaan Buana Asri.
Selain pekerjaan taman, ada juga di anggarkan untuk rehabilitasi rehab ruang fraksi yang bernilai 2.000.350.000,00 yang menggunakan APBD 2023, melalui mekanisme tender dan pemenang perusahaannya juga Buana Asri.
Ironisnya, meski sama – sama rehabilitasi ruang fraksi namun beda selera antar fraksi, bahkan tergantung selera pimpinan tanpa kerangka acuan kerja (KAK)
Padahal konsultan rehabilitasi gedung wakil rakyat menjadi acuan sehingga kucuran anggaran itu sesuai perencanaan dan estetika marwahnya.
Di sisi lain, beredar informasi ada sejumlah pekerjaan rehabilitasi dilaksanakan lebih awal dan pembayaran tahun berikutnya.
Sebab, setelah di telusuri di website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Sumatera Utara untuk anggaran pekerjaan rehab fraksi tahun 2022 tidak ada.
Pantauan orbitdigitaldaily.com, pekerjaan rehabilitasi ruang terjadi di 9 fraksi dan pekerjaannya hampir sama semua, yaitu ruang ketua fraksi, sekretaris, toilet, mushola, ruang rapat dan pemasangan backdrop nama partai beserta lambang menggunakam acrylic timbul.
Tetapi Fraksi Hanura dan Partai Demokrat malah sebaliknya, tidak ada pembuatan mushola dan backdrop nama partai beserta lambang.
Menurut sumber dan informasi diperoleh wartawan bahwa pengerjaan rehabilitasi ruang fraksi hanya pada tahun 2022, bukan tahun 2023.
“Tidak ada pengerjaan rehab tahun 2023. Kalaupun ada dianggarkan rehab fraksi tahun 2023 mungkin bukan di sini. Cobalah tanya langsung sekretariat,” ujar salah satu sumber orbitdigitaldaily.com.
Menariknya sumber berikutnya mengaku pekerjaan rehabilitasi tersebut satu angkatan, yaitu pekerjaan ruang ketua fraksi, sekretaris fraksi, ruang rapat dan mushola. Kemudian, pekerjaan keramik kamar mandi dan backdrop nama partai beserta lambang partai menggunakan acrylic timbul.
“Tapi saya lihat pekerjaan itu sangat mubazir dan kurang bagus. Contoh keramik kamar mandi tidak rapi karena bekas keramik lama tidak dihancurkan sehingga pemasangan keramik yang baru main tempel dan nyaris roboh,” kata sumber kedua.
Diperiksa BPK
Terkait itu, Kabag Umum Sekretariat DPRD Provinsi Sumatera Utara, Muhammad Ikhsan S.STP MAP membantah tudingan sumber orbitdigitaldaily.com tersebut.
“Biar saya tunjukkan kontraknya ya. Tidak mungkin kita berani lompat tahun karena itu pasti tidak dibayar,” ujar mantan Kabag Humas Pemkab Labura tersebut, Senin (7/10/2024).
Namun saat disinggung perbedaan spesifikasi teknis pekerjaan rehab antara ruangan fraksi, Ikhsan menjawab malah sesuai kebutuhan dan besarnya fraksi.
“Itu sesuai kebutuhan dan besarnya fraksi. Misalnya Fraksi PKS waktu itu minta dibuat mushola karena selama ini tidak ada mushola di fraksi,” ungkap Ikhsan.
Kemudian pertanyaan berikutnya terkait rincian detail nilai pekerjaan masing masing fraksi, Ikhsan kembali hampir sibuk mencari dokumen spesifikasi rehab ruang fraksi. Bahkan, Ikhsan mengaku dokumen yang dimaksud telah diperiksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumatera Utara.
“Kemarin itu dokumen diminta BPK jadi agak susah nyarinya, ini ya kontraknya ini di tanggal 3 Februari 2023. Jadi kebutuhan setiap fraksi itu berbeda beda tetapi sesuai perencanaan. Contoh seperti fraksi gabungan PAN dan Partai Demokrat kebutuhannya Rp252 juta. Fraksi PDIP Rp225 juta dan PKS Rp204 juta. Semua itu sesuai produk konsultan dan permintaan ketua fraksi,” tuturnya.
Anehnya, Ikhsan mulai berkelit soal sepak terjang perusahaan Buana Asri selaku pemenang tender rehab ruang fraksi juga pelaksana rehab taman gedung dan rehab taman masjid DPRD Sumut. Diketahui anggaran masing-masing sekitar Rp200.000.000 dan total keseluruhan sebesar Rp400.000.000.
Tak sampai disitu, Ikhsan malah mengalihkan pembicaraan sambil menutup panggilan sambungan telepon genggam dari seseorang waktu itu. Suasana seketika senyap, diam membisu.
“Tunggu ya, aku banyak gak hafal semua nama – nama perusahaan. Sudah berapa lama kerja di mediaHharian Orbit ?” kata Iksan tanpa menjawab konfirmasi soal karpet merah Buana Asri mendapat pekerjaan dalam tahun yang sama dengan waktu yang berbeda.
Reporter : Riza Panjaitan







