Atasi Pengangguran, Begini Cara Pemuda Sanggaberu Sukses Budidaya Lele Sangkuriang

Pemuda Sanggaberu saat memanen ikan lele sangkuriang, budidaya dengan sistem bioflog, Senin(28/1). ORBIT/M Saleh

Singkil-ORBIT: Banyak cara ingin sukses menjadi pengusaha, dan tidak harus mengeluarkan modal besar. Seperti contohnya para pemuda di Desa Sanggaberu Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.

Para pemuda yang membentuk kelompok ini, berhasil untuk tahap awal, setelah mencoba budidaya ikan lele dengan sistem kolam bioflog, untuk mengatasi angka pengangguran didaerah.
Untuk memulai usaha itu, mereka berhasil menggiring program CSR Perusahaan PT Socfindo Kebun Lae Butar, sebagai pemodal kembangkan ikan lele itu.

Para pemuda di Desa Sanggaberu ini mengaku sangat termotivasi untuk menjadi wirausahawan sukses bersama, dan tidak harus menjadi PNS apalagi hanya sebagai pegawai honorer, ucap Poniman salah satu pengelola ikan lele sangkuriang “Kelompok Pemuda Semangat Bersama” saat berbincang dengan Orbit, Selasa (29/1/2019).

Poniman menceritakan, para pemuda terinspirasi ingin menjadi wirausahawan sukses, namun kondisi keterbatasan modal. Sehingga kami terinspirasi untuk mencoba mengembangkan lele sangkuriang dengan sistem bioflog.

Lantas para pemuda yang kebetulan berkesempatan berjumpa dengan Pengurus dan Asissten Perusahaan PT Socfindo, menyampaikan niat mereka hendak berwirausaha bersama.

Lantas para pihak Perusahaan Socfindo langsung menyambut baik keinginan baik para pemuda dan langsung menyanggupi menyiapkan kebutuhan untuk pembuatan kolam, pakan dan menyiapkan benih.

Hingga usaha yang mulai dirintis pertengahan Nopember 2018 lalu, dengan mendapat bantuan pengadaan kolam oleh Perusahaan melalui dana CSR PT Socfindo, akhirnya para Pemuda “Kelompok Pemuda Semangat Bersama” berhasil panen perdana lele sangkuriang, Senin (28/1) kemarin.

Meski belum keberhasilan maksimal, namun hasil yang diperoleh sangat memuaskan. Para pemuda pun mengundang pihak perusahaan PT Socfindo Kebun Lae Butar Aceh Singkil saat panen perdana. Diantaranya Pengurus Hugo Napitupulu, Askeb Ir H Abdul Wahab Daulay, Asissten Divisi 1 Manatap Simamarmata termasuk Kapolsek Gunung Meriah Iptu Simon Purba serta Kepala Desa Amin Sandra.

“Alhamdulillah, tanpa modal kami berhasil mencoba kembangkan lele sangkuriang, semua difasilitasi oleh PT Sonfindo melalui CSR,” kata Poniman.

Cara pengelolaannya pun tidak terlalu rumit. Untuk pembuatan kolam berdiameter 3 meter bisa diisi 5 ribu ekor benih dan menghasilkan perkiraan 500-600 kilogram 2-3 bulan usia panen.

Persiapan pembuatan kolam ukuran 3 meter membutuhkan, 2 sak semen, 150 bata, 8 batang besi 9mm, kawat 2 kg, terpal biasa dan terpal tebal masing-masing 10 meter dan pipa paralon untuk pembuangan air.

Setelah kolam selesai, harus diisi air dan diendap selama satu minggu sebelum dimasukkan benih, menghilangkan bau terpal.
Kemudian setelah satu minggu air yang sudah diendapkan dibuang, dan masuk air baru. Selanjutnya, masukkan obat probiotik (pupuk dolomit) dan endapkan selama 4 hari untuk pengaturan PH air.

Kemudian ujicoba 3 ekor benih untuk memastikan air sudah steril dan tidak bau plastik yang dapat menyebabkan kematian benih. Jika ikan sehat, selanjutnya benih sudah bisa ditabur.

Kemudian setelah tabur benih, umur dua minggu, lakukan penambahan air sekira setinggi 5 cm. Kemudian setelah umur benih 30 hari, lakukan penambahan air berikutnya setiap minggu sampai umur 2 bulan, ikan siap panen.

Selain itu, untuk pemberian pakan juga disesuaikan dengan ukuran ikan, dan dicampur dengan obat probiotik, papar Poniman.
Pengurus PT Socfindo Hugo Napitulu, berharap masyarakat dapat terus mengembangkan ikan lele tersebut dan dapat menekan angka pengangguran didaerah tersebut.

Melalui uji coba budidaya lele tahap awal sudah bisa menjadi pelajaran untuk pengelolaan berikutnya agar hasil yang diperoleh lebih maksimal, sebutnya yang mengaku akan menyiapkan satu kolam lagi untuk sortir ikan kecil agar perkembangan ikan bisa lebih baik. On-Ms/AH