Bareskrim Mabes Polri Bongkar Home Industri Ekstasi di Medan

Direktorat Reserse Narkotika Mabes Polri

MEDAN | Sebuah ruko berlantai IV di Jalan Jumhana, Nomor 136C, Kelurahan Suka Ramai, Kecamatan Medan Area, Kota Medan digerebek Direktorat Reserse Narkotika Mabes Polri, Selasa (11/06/2024).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa mengatakan pihaknya bersama personel Polda Sumatera Utara mengamankan 5 orang, termasuk mulai pemilik hingga kurir.

Salah seorang pria yang berhasil diamankan yakni HK berperan sebagai pembuat dan pemilik laboratorium ekstasi. Dari informasi diperoleh, narkoba itu bakal dipasarkan di Kota Medan hingga Pematangsiantar.

Selanjutnya, Inisial DK jenis kelamin perempuan, istrinya dari HK berperan membantu di laboratorium. SS alias D, berjenis kelamin laki-laki dan berperan sebagai pemesan alat cetak dan pemasaran.

Sementara tersangka S berjenis kelamin perempuan berperan sebagai saksi untuk pembelian. Pelaku AP berjenis kelamin laki-laki berperan sebagai kurir. Yang terakhir pelaku berinisial HD merupakan pemesanan ekstasi.

“Ada 2 orang masuk daftar pencarian orang(DPO) yaitu R dan B,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa didampingi Waka Polda Sumut.

Mukti Juharsa menyebut, keberhasilan membongkar home industri ekstasi itu bermula dari penangkapan akhir Mei lalu di Pematangsiantar.

Kemudian, dilakukan penyelidikan hingga penggerebekan pada awal Juni. Di lantai III rumah berwarna putih dengan garasi merah itu terdapat laboratorium.

Bersamaan dengan keberhasilan itu, pihak Bea Cukai pusat mengendus adanya bahan kimia untuk membuat ekstasi yang dipesan dari China ke Medan.

“Pabrik rumahan ini sudah berjalan 6 bulan dan modusnya rumah biasa,” sebutnya.

Waka Polda Sumut, Brigjen Rony Samtana mengungkapkan, tersangka mendapat ilmu cara membuat ekstasi melalui internet secara otodidak. Lalu, tersangka meracik bahan baku untuk membuat ekstasi dari market place. Para tersangka menargetkan pemasaran ekstasi merek Ferrari tersebut di Sumut.

“Target peredaran ekstasi merek Ferrari ini di seluruh tempat hiburan malam di Sumatera Utara,” jelas Rony.

Dalam pengukapan itu pihaknya turut mengamankan sejumlah barang bukti, berupa alat cetak ekstasi, berbagai jenis bahan kimia prekursor dan peralatan Clandestine laboratorium narkotika pil ekstasi.

“Adapun bahan kimia sebanyak 8,96 kilogram. Bahan kimia cair sebanyak 218,5 liter, Ekstasi 603 butir. Mephedrone serbuk seberat 5032,92 gram,” terangnya.

Reporter : Toni Hutagalung