Baru Selesai Dikerjakan, Jalan Usaha Tani di Liang Kepili Lingga Dikeluhkan Warga

Karo-ORBIT: Sejumlah petani di areal pertanian Liang Kepili Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, mengeluh. Jalan usaha tani (JUT) di tengah-tengah perladangan warga yang baru beberapa bulan selesai dibangun, kondisinya saat ini sudah rawan dilalui.

Warga menuturkan, batu kerikil bekas campuran material sirtu (campuran pasir dan batu kerikil) saat ini banyak berserakan di badan jalan. Sehingga hal ini membuat jalan menjadi licin dan rawan dilintasi dapat membahayakan pengguna jalan terutama kendaraan roda dua sangat gampang tergelincir dan terbalik.

Apalagi di ruas jalan yang posisinya menurun, kendaraan yang melintas harus super hati-hati.

Abadi Sembiring (45), petani warga Desa Lingga yang ditemui Orbitdigitaldaily.com, di lokasi membeberkan, sudah beberapa kali kendaraan roda dua yang melintas di jalan turunan tersebut terbalik. Malahan katanya lagi, dirinya sendiri sempat mengalaminya saat membawa hasil panen ladangnya keluar menggunakan sepeda motor.

“Kalau di turunan itu harus hati-hati bang. Mobil pun pernah atrek (mundur) gak bisa naik. Mungkin karena pengaruh batu yang berserak itu, jalannya jadi licin. Saya saja pernah jatuh disitu pas mau bawa barang keluar pakai sepeda motor,” ujar Sembiring.

“Sebenarnya kami petani sangat butuh perhatian pemerintah membantu para petani agar mudah dapat membawa hasil panen. Contohnya dengan pembangunan JUT ini. Tapi kalau bisa jangan seperti inilah kondisinya, bahaya buat kami,” tambahnya.

Pantauan Orbit dengan sejumlah wartawan, Rabu (6/3) di lokasi, batu kerikil bekas campuran material sirtu yang ditimbunkan di badan jalan kondisinya saat ini sudah berserakan dibeberapa tempat. Apalagi pada posisi ruas jalan yang menurun, batu kerikil yang berserak membuatnya semakin licin rawan dilalui.

Hal ini diduga akibat material sirtu yang terbawa arus air pada saat hujan turun. Atau mungkin saja pemadatannya kurang maksimal pada saat pengerjaan. Begitupun batu susun yang terletak dipinggiran jalan yang berfungsi sebagai pengikat, dibeberapa titik sudah banyak terlepas. .

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo Sarjana Purba yang dikonfirmasi Orbit melalui Kepala Bidang (Kabid) Prasarana dan Sarana Pertanian Sri Idah Bangun di ruang kerjanya menyebutkan, kegiatan di Liang Kepili Desa Lingga adalah proyek pengerasan jalan usaha tani yang dianggarkan di P-APBD Karo tahun 2018 dengan pagu Rp 200 juta, panjang pekerjaan 600 meter dan lebar 3 meter, yang dikerjakan CV Lo’uis.

“Sebetulnya di lokasi tersebut sempat ada permasalahan, karena titik pengerjaan seharusnya bukan disitu. Tapi atas permintaan kepala desa, akhirnya kita kerjakan juga. Dan ini masih dalam masa pemeliharaan. Saya akan segera instruksikan kepada CV Lo’uis selaku pelaksana untuk segera melakukan pemeliharaan,” jelas Sri. od-22