GUNUNGSITOLI | Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya turun langsung meninjau proyek pembangunan bronjong senilai Rp2,888 miliar di ruas jalan provinsi Miga–Lolowua, Kota Gunungsitoli, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan Surya itu menjadi bentuk pengawasan langsung terhadap proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Provinsi Sumut sesuai spesifikasi, jadwal, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Proyek yang dikerjakan CV Axel Anugerah Mandiri, yang beralamat di Perumahan Patumbak Asri, Kabupaten Deli Serdang itu memiliki masa pelaksanaan 180 hari kalender pada tahun anggaran 2026.
Paket pekerjaan difokuskan pada penanganan sembilan titik longsor yang sering mengancam badan jalan sebagai akses penghubung Kota Gunungsitoli dengan Kabupaten Nias Barat.
Di lokasi, Surya menerima laporan sejumlah titik longsor memiliki tingkat kerusakan cukup berat sehingga membutuhkan konstruksi pondasi yang kuat sebelum pemasangan bronjong sebagai penahan tanah dan badan jalan.
”Saya ke sini menjalankan tugas dari Pak Gubernur Bobby Nasution untuk memastikan pekerjaan pembangunan jalan sesuai perencanaan,” ujar Surya.
Ia mengingatkan penyedia jasa agar tidak hanya mengejar penyelesaian fisik, tetapi menjaga mutu pekerjaan. Menurutnya, proyek infrastruktur di kawasan rawan longsor harus mampu bertahan dalam jangka panjang karena menyangkut keselamatan pengguna jalan.
”Kalau sudah ada penetapan waktunya, segera selesaikan sesuai jadwal. Jalan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi penghubung Kota Gunungsitoli dengan Nias Barat,” tegasnya.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa proyek bernilai miliaran rupiah di Kepulauan Nias akan terus dipantau pemerintah. Pengawasan dinilai penting mengingat kondisi geografis yang rawan longsor kerap menjadi tantangan dalam pelaksanaan proyek konstruksi.
Surya juga meninjau salah satu lokasi dengan tingkat kerusakan paling parah. Pada titik tersebut, pekerjaan diawali dengan pembangunan pondasi untuk memperkuat struktur jalan sebelum pemasangan bronjong dilakukan.
Meski kontrak berlangsung selama 180 hari, pekerjaan pada titik prioritas ditargetkan selesai dalam sekitar tiga bulan agar akses masyarakat segera kembali aman.
Menurut Surya, percepatan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam meningkatkan konektivitas antardaerah sekaligus pemerataan pembangunan di Kepulauan Nias.
”Prinsipnya kita ingin pembangunan ini selesai tepat waktu, berkualitas, dan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya. Sesuai arahan Pak Gubernur, pembangunan di Kepulauan Nias harus berjalan optimal sehingga daerah ini terus bergerak keluar dari kategori tertinggal,” pungkasnya. (OM-09 )
Wagubsu Sidak Proyek Bronjong Rp2,8 Miliar di Gunungsitoli, Minta Tepat Waktu







