HUMBAHAS | Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI, terus melakukan sosialisasi program Bangga Kencana, dalam rangka mewujudkan Keluarga Berkualitas untuk Indonesia Emas 2045.
Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di Lumban Sianturi, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara, dan dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat sekitar, aparat desa/kelurahan, tokoh masyarakat kecamatan, serta tokoh agama. Minggu (31/8).
Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber yang kompeten di bidangnya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Sihar P.H. Sitorus, yang hadir secara daring, menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas keluarga Indonesia sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas.
“Kita ingin memberikan pendidikan yang baik untuk keluarga kita maupun Kesehatan. Kualitas anak juga sangat penting, kita sebagai orang tua mengharapkan anak kita tumbuh dengan baik dan sehat serta berkualitas. Dengan itu kita perlu menjaga dan memberikan asupan gizi anak yang baik. Tentunya dalam hal ini peran kami di Komisi IX, Memberikan pendamping kepada ibu hamil melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK),” ujarnya.
Sihar juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung dan menyapa masyarakat secara tatap muka.
Sementara itu, Syamsu Rizal Lubis, SH, S.Sos, MH, selaku Penata KKB Ahli Madya BKKBN Provinsi Sumatera Utara, menekankan bahwa program KB bukan sekadar soal kontrasepsi, tetapi mencakup perencanaan keluarga secara menyeluruh.
“Hari ini kita bicara soal bagaimana membangun keluarga yang berkualitas, karena dari situlah anak-anak kita bisa meraih masa depan yang sukses. Indonesia Emas 2045 bukan mimpi jika semuanya direncanakan sejak hari ini,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa dua anak lebih sehat masih relevan, namun keluarga tetap bisa memiliki lebih dari dua anak selama mampu memberikan pendidikan dan kesejahteraan yang layak.
“Kalau kita punya sumber daya, tentu boleh lebih. Tapi tetap harus direncanakan. BKKBN juga punya berbagai program pendukung seperti BKB untuk balita, PIK-R dan BKR untuk remaja, BKL untuk lansia, serta UPPKA untuk pemberdayaan ekonomi keluarga,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Teofilus Rajagukguk, SKM, dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Humbang Hasundutan atau perwakilan OPD KB Humbas menyampaikan 5 pilar penting dalam pembangunan keluarga:
- Kuantitas Penduduk – Pengendalian jumlah penduduk untuk kesejahteraan.
- Kualitas Penduduk – Peningkatan pendidikan dan kesehatan, termasuk pencegahan stunting.
- Pembangunan Keluarga – Penguatan peran orang tua, pengasuhan, dan pembinaan calon pengantin.
- Persebaran dan Mobilitas Penduduk – Distribusi penduduk yang merata untuk mencegah ketimpangan.
- Administrasi Kependudukan – Pentingnya dokumen resmi seperti akta kelahiran dan KK untuk akses layanan publik.
Teofilus juga menyoroti bahwa angka Total Fertility Rate (TFR) Kabupaten Humbang Hasundutan saat ini berada di angka 2,9, yang masih di atas target nasional 2,1.
“Kita perlu menurunkan TFR ini agar pertumbuhan penduduk lebih terkendali. Ini penting untuk memastikan generasi masa depan bisa mengakses pendidikan, pekerjaan, dan hidup yang lebih layak,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam menyukseskan program Bangga Kencana demi terciptanya generasi emas yang sehat, cerdas, dan produktif. (Red)







