BKPSDM Aceh Singkil ‘Putar Otak’ Tuntaskan Kekurangan ASN di Sektor Pendidikan dan Kesehatan

oleh -182 views

ACEHSINGKIL-Jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Aceh Singkil saat ini sangat minim.

Mayoritas kekurangan ASN itu terjadi di sektor tenaga kesehatan hingga tenaga guru di semua jenjang tingkatan sekolah.

Melihat kenyataan ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Aceh Singkil, Ali Hasmi pun dipaksa mencari jalan, memutar otak dengan membuat kebijakan agar roda pemerintahan tetap berjalan maksimal.

Didampingi Kabid Formasi Kepegawaian Toharuddin Sinambela, Ali Hasmi mengatakan fakta di lapangan ASN yang baru separuh dari kebutuhan kualifikasi jabatan yang ada.

Dipaparkannya, hingga 31 Juli 2020 jumlah ASN Aceh Singkil mencapai 3.244 orang.

Sementara untuk mengisi kebutuhan kekosongan jabatan di seluruh kantor maupun sekolah-sekolah semua jenjang tingkatan diperkirakan membutuhkan sebanyak 4.000 PNS lagi.

“Artinya jumlah ASN yang ada masih kurang dari setengah kebutuhan daerah,” ucap Toha, Rabu (5/8/2020).

Toha meriincikan, jumlah guru PNS diseluruh tingkatan SD, SMP dan SMA mencapai 1.261 orang. Dengan jumlah tersebut diperkirakan Aceh Singkil masih kekuarangan 600 guru lagi.

Kemudian tenaga kesehatan termasuk di Dinas Kesehatan dan 11 Puskesmas mencapai 474 orang. PNS yang ada di RSUD berjumlah 181 orang.

“Dan jumlah masing-masing Puskesmas maupun kebutuhan di Pustu masih kurang, termasuk untuk wilayah Kepulauan dan daerah terpencil,” bebernya.

Dari survey yang ada, hingga 2020 tercatat di Kantor Kecamatan Pulau Banyak Barat (PBB) paling sedikit bertugas PNS, yakni hanya 10 orang.

“Sedangkan Kecamatan Pulau Banyak 12 orang,” tambah Hasmi

Sehingga untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut BKPSDM saat ini sedang melakukan pendataan, jabatan dan kualifikasi yang kosong. Kemudian langkah selanjut mereka akan mengajukan pengusulan untuk kebutuhan CPNS, ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB) Republik Indonesia.

Usulan berdasarkan undangan coaching clinic saat video conference pada 14-28 Juli 2020, sebagai evaluasi usulan kebutuhan CASN tahun 2021, yakni mengisi kebutuhan jabatan tenaga kesehatan, guru dan tekhnis.

“Saat ini masih penyusunan kebutuhan yang berpedoman kepada peta jabatan di instansi masing-masing,” terang Hasmi.

Reporter: Saleh