BKSDA Lepas Liarkan Burung Beo Peliharaan Warga di Singkil

oleh -973 views
BKSDA bersama personel Polsek Singkil, saat melepas liarkan, jenis satwa dilindungi Beo Gracula Relegiosa, Kamis (16/01). (orbitdigitaldaily.com/Diva Suwanda)

ACEHSINGKIL – Burung Beo atau Gracula Relegiosa mulai langka populasinya di wilayah Aceh.  Sehingga BKSDA melepas liarkan, seekor satwa dilindungi, milik salah seorang warga Kampong Baru Kecamatan Singkil Utara.

Pelepasan satwa dilindungi jenis burung Beo (Gracula  relegiosa) oleh pihak BKSDA Resort 18, disaksikan Personel Polsek Singkil, dikawasan hutan Kecamatan Singkil Aceh Singkil, Kamis, (16/01) petang.

Kepala BKSDA Resort 18 Sutino Jumat (17/01/2019) menjelaskan, burung Beo tersebut sebelumnya peliharaan salah satu warga di Kampong Baru Kecamatan Singkil Utara. 

Atas kesadarannya warga tersebut menyerahkannya ke Pihak Polres dan selanjutnya diserahkan ke pihak BKSDA untuk dilepas liarkan kembali ke alam.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI, Nomor 7 tahun 1999, tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Jenis Beo ini mulai langka populasinya.

Sehingga untuk menjaga populasinya agar tetap berkembang biak, satwa ini harus dilepas dialam, untuk kembali berkembang biak mencari populasinya.

Termasuk jenis lain seperti, Cicak Daun juga saat ini sudah masuk satwa yang dilindungi dan tidak bisa dipelihara.

Dijelaskannya, Beo jenis ini memang merupakan satwa yang hidup dan berkembang di wilayah  Aceh. Beo ini jenis bagus, cepat beradaptasi dan bisa berbicara seperti manusia.  Untuk beo Nias biasa lebih besar bentuk nya. 

“Selama 10 tahun saya disini baru tiga kali saya dengar suara beo yang sama seperti ini, di Rawa Singkil,” ucap Jakfar petugas BKSDA lainnya.

Sutino mengimbau, agar warga yang masih memelihara dan mengurung Beo agar bisa segera diserahkan ke BKSDA. “Sehingga satwa itu bisa kembali berbaur dengan populasinya dan kembali berkembang biak dengan populasinya,” sebutnya. 

Pihaknya juga  akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum mengambil peliharaan beo warga lainnya jika masih ada ditemukan. 

Reporter: Saleh