Bupati Tapsel Rakor Nasional Mitigasi Kekeringan 2026

H. Gus Irawan Pasaribu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian

JAKARTA I Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Mitigasi Kekeringan Lahan Pertanian terkait prediksi kekeringan ekstrem Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Auditorium Gedung F, Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jalan Harsono RM No. 3, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Rakor nasional tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi kekeringan ekstrem tahun 2026 sekaligus arahan Menteri Pertanian dalam memperkuat program swasembada pangan berkelanjutan di seluruh daerah Indonesia.

Usai mengikuti rapat, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat strategis dalam mendorong kebijakan pertanian nasional sekaligus memperkuat kesiapan daerah menghadapi ancaman perubahan iklim.

Menurutnya, pemerintah daerah saat ini fokus mengejar peningkatan produktivitas guna menutup kekurangan produksi akibat kerusakan lahan pertanian.

“Walaupun ada sekitar 3.000 hektare sawah yang gagal panen, kita optimistis dapat menutup gap produksi melalui peningkatan produktivitas. Di samping rehabilitasi lahan sekitar 600 hektare dari Kementerian Pertanian yang sedang berjalan, peningkatan produktivitas menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemkab Tapanuli Selatan tengah mengembangkan varietas padi unggul tahan kekeringan, yakni Gamagora, yang telah dikembangkan di empat lokasi dan menunjukkan hasil produksi hingga 9,6 ton per hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga sedang melatih para penangkar benih guna memastikan ketersediaan benih Gamagora di Tapanuli Selatan, mengingat semakin berkurangnya debit air akibat perubahan iklim dan pemanasan global.“Gamagora menjadi salah satu jawaban atas persoalan kekurangan air di sawah-sawah kita. Ini solusi jangka panjang menghadapi climate change,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai program antisipasi kekeringan, termasuk penyediaan bibit tahan kekeringan, mekanisasi pertanian, pembangunan embung, pompanisasi, serta penguatan jaringan irigasi nasional.

Ia menyebutkan total dukungan anggaran sektor pertanian mencapai sekitar Rp40 triliun, termasuk penguatan irigasi dan pengembangan perkebunan, guna memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global dan perubahan iklim.

Rakor mitigasi kekeringan ini diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas pertanian yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

(M. Harahap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *