Dengan melalui skema itu juga pembangunan tersebut bisa menjadi efisien dalam proses pengadaan dan pelaksanaannya. “Dengan jalan yang semakin baik, maka perekonomian Sumut diharapkan bisa lebih cepat membaik setelah turun akibat dampak pandemi COVID-19,” katanya.
Ia menegaskan, mulai tahun 2022 pemeliharaan jalan provinsi akan dilakukan secara rutin. Kalau ada kerusakan langsung akan diperbaiki sehingga akan tidak ada satu meter pun jalan provinsi yang rusak.
Edy juga menjelaskan, ruas jalan yang akan dibangun antara lain ruas jalan Kuala – Simpang Marike di Langkat (akses kawasan wisata Bukit Lawang). Ruas Jalan Tanjung Balai – Pasar I- batas Labuhanbatu Utara di Kabupaten Asahan (akses menuju sentra pertanian).
Selanjutnya, ruas jalan Gonting – Janji Raja di Samosir (akses KSPN Danau Toba), ruas Jalan Silimbat-Parsoburan di Toba (jalan pintas menuju KSPN Danau Toba).
Selain jalan, ada sekitar 389,2 meter jembatan dan 71.000 meter drainase yang juga akan dibangun seperti Jembatan Idano Oyo, ruas Hilimbuasi – Mandrehe di Nias Barat dan Jembatan Bandar Pulo, ruas Simpang 3 Namu Unggas Tangkahan di Langkat seperti yang dijanjikan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Sumut Mulyono mengatakan skema pendanaan tahun jamak memiliki manfaat yang lebih besar. “Pada prinsipnya Pemprov Sumut memberikan kesempatan yang luas untuk para penyedia barang dan jasa,” katanya.
Temu ramah Gubsu dan pimred juga dirangkaikan dengan pemotongan kue HUT HPN ke-76 .Gubsu Edy Rahmayadi memberikan kue kepada tokoh pers Prabudi Said, (Waspada), Taruna Jasa Said ( Berita Sore) , Erris J Napitupulu (Top Metro) dan M Sahrir (Hr Realitas), Jalaluddin { HR Minbar Umum), H Farianda (HR Medan Pos), Riza Mulyadi (Antara), Austin Tumengkol (WOL) , Zulfikar Tanjung (Intipos.com), Iin Sholihin (Tribun Medan, Anton Panggabean (SIB), Mahsin ( Orbit), dan Asih Astuti Sumut Pos).rel







