Binjai Darurat Begal, Warga Duga Barak Narkoba Jadi Pemicu

Ilustrasi-Darurat begal

BINJAI | Kekhawatiran masyarakat terhadap meningkatnya tindak kriminal di Kota Binjai kembali mencuat. Warga mengaku resah dengan maraknya aksi begal yang diduga berkaitan dengan keberadaan sejumlah lokasi yang disebut-sebut sebagai sarang penyalahgunaan narkoba di beberapa wilayah kota tersebut.

Kondisi ini membuat masyarakat mendesak aparat bertindak lebih tegas demi mengembalikan rasa aman.

Belakangan, isu mengenai dugaan barak narkoba kembali menjadi sorotan publik setelah warga menilai keberadaannya berpotensi memicu berbagai tindak kriminal, mulai dari pencurian, perampasan hingga aksi begal yang menyasar pelajar, pekerja, dan pengguna jalan.

Kekhawatiran tersebut muncul karena aktivitas di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat transaksi maupun konsumsi narkoba dianggap semakin meresahkan lingkungan sekitar.

Pemerhati social kota Binjai Muhammad Jaspen Pardede menyebut aksi kriminal jalanan (Aksi Begal) dalam beberapa waktu terakhir meningkat dan membuat masyarakat waswas saat beraktivitas, terutama pada malam hingga dini hari. Mereka menilai persoalan narkoba dan kriminalitas jalanan harus ditangani secara menyeluruh, tidak hanya dengan penindakan terhadap pelaku begal, tetapi juga pemberantasan akar masalah yang diduga berasal dari peredaran narkotika.

“Kalau barak-barak narkoba masih ada, kami khawatir tindak kriminal juga akan terus muncul. Kami butuh rasa aman, terutama bagi anak-anak sekolah dan pekerja yang setiap hari melintas,” ujar Jaspen Pardede selasa (12/5/2026)

Menurut Jaspen , keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Sejumlah penggerebekan lokasi yang diduga menjadi tempat penyalahgunaan narkoba sebelumnya juga telah dilakukan aparat di beberapa titik wilayah Binjai. Polisi bahkan sempat membongkar dan memusnahkan sejumlah barak yang disebut sebagai tempat aktivitas narkoba setelah menerima laporan dari masyarakat.

Meski demikian, warga berharap penindakan tidak berhenti pada operasi sesaat. Mereka meminta aparat penegak hukum melakukan pengawasan rutin dan menindak tegas jaringan peredaran narkoba yang dinilai menjadi salah satu pemicu gangguan keamanan dan ketertiban.

“Jangan hanya datang gerebek lalu selesai. Harus ada pengawasan berkelanjutan supaya lokasi seperti ini tidak muncul lagi,” kata warga lainnya.

Masyarakat juga meminta Pemerintah Kota Binjai bersama aparat kepolisian, TNI, dan unsur terkait meningkatkan patroli di kawasan rawan kriminal, khususnya di wilayah yang kerap dilaporkan menjadi titik aksi begal.

Fenomena ini sekaligus menjadi alarm serius bagi seluruh pihak bahwa pemberantasan narkoba dan kriminalitas jalanan harus berjalan beriringan. Warga berharap langkah konkret segera dilakukan agar Kota Binjai tidak terus dibayangi stigma rawan kejahatan.

Dengan meningkatnya keresahan publik, masyarakat menaruh harapan besar kepada aparat untuk segera melakukan tindakan terukur dan berkelanjutan. Bagi warga, keamanan lingkungan bukan sekadar kebutuhan, melainkan hak dasar yang harus dijamin negara agar aktivitas sehari-hari dapat berlangsung aman dan nyaman. (Od-22)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *