Medan  

Dialog Interaktif Al Hidayah, Memfungsikan STM sebagai Pergerakan Ekonomi

Dialog Interaktif Mengelola STM Berdampak Luas Bagi Masyarakat

MEDAN | Serikat Tolong Menolong (STM) yang hingga kini menjadi wadah dalam silatrurahmi masyarakat di hampir setiap daerah, sesungguhnya memiliki peran sangat strategis dalam mengembangkan perekonomian masyarakat jika sistem pengelolaannya dilakukan secara lebih bijaksana.

Dalam dialog interarktif yang diselenggarakan di Masjid Rohmatul Hidayah Jalan Panglima Denai Ujung/Psr V Medan Denai pada akhir pekan lalu berkaitan dengan 1 Tahun STM Al Hidayah, yang dikelola masyarakat Lingkungan VI, VII Kelurahan Denai dan sekitarnya, mendapat antusias peserta.

Mengambil tema ‘Mengelola STM Berdampak Luas Bagi Masyarakat’ menampilkan beberapa pembicara terdiri dari praktisi yaitu HM Dalim SSos MIKom pengelola STM Nur Hasanah kawasan Jalan Menteng Medan, dari akademisi menampilkan pembicara DR Gunawan SPdI MTh dan tokoh pengelola lembaga sosial kemasyarakatan H Jonidi SE.

Acara dipandu oleh moderator Imam Syafii Rambe SPdI berlangsung hidup, sayangnya turunnya hujan deras pada malam itu membuat perserta banyak yang terhalang hadir, namun diskusi tetap berjalan sesuai rencana.

Dalam dialog yang juga dihadiri Ketua BKM Masjid Rohmatul Hidayah Ustad DR H Jamaluddin MTh, Ketua STM Al Hidayah Rahman Arif dan beberapa ketua BKM, tampak hadir juga Sekretaris Masjid Raya Miftahul Iman Medan Denai Karyadi Bakat SE dan para ketua STM di Medan Denai dan sekitarnya.

Dari dialog tersebut bisa diambil banyak manfaat, salah satu di antaranya potensi STM tidak sekedar sebagai mengurusi warga yang mengalami musibah kemalangan, mengurusi orang meninggal atau sejenisnya. Tetapi yang paling besar potensinya yaitu dapat dijadikan sumber ekonomi yang mumpuni.

“Uang yang dikumpulkan dari masyarakat melalui STM bisa dijadikan untuk modal usaha, sehingga hasilnya akan lebih berkembang dan bisa untuk menghidupi organisasi,” kata HM Dalim seraya mengatakan itu sudah dipraktekan di STM yang dipimpinnya hingga kini sudah memiliki aset lebih dari Rp500 juta dalam beberapa tahun saja.

Sedangkan H Jonidi menyebut, biasanya wadah STM bergandengan dengan organisasi di masjid, maka pengelolaannya bisa memberdayakan potensi yang ada di seputaran masjid, seperti memanfaatkan pusat keramaian tersebut dengan aneka kegiatan misalnya berdagang atau aksi menarik lain yang bisa dijadikan sebagai tempat wisata.

Terkait pola yang digunakan dalam upaya menggalakkan perekonomian umat tersebut, pengelola harus uletm, yakin dan tidak pernah bosan dengan memberi keyakinan kepada orang lain. Melalui tindakan dan suguhan potensi yang meyakinkan diharapkan segasla sesuatu akan menjadi perhatian dan sumber penghasilan untuk STM, sebut DR Gunawan. OR – 07