Informasi yang dihimpun, sesuai dengan namanya, besi beton polos memiliki bentuk dan struktur yang polos dan bundar memanjang.
Besi beton polos memiliki tingkat ketahanan 240 Mpa (Megapascal), sehingga besi polos banyak digunakan untuk pembangunan proyek kecil seperti rumah.
“Jadi, jika kita mau membangun suatu bangunan terutama besi yang kuat utamakan lah menggunakan besi ulir. Jadi saya rasa besi yang digunakan dalam pembangunan jembatan ini tidak sesuai,” ujar Anto.
Sementara itu, pembangunan jembatan di Desa Naga Kesiangan ini sebelumnya menghabiskan dana Rp 4.914.332.500,00 dari sumber dana APBD Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai, anggaran tahun 2019 yang dikerjakan oleh CV. Wendy.
Tidak hanya sampai di situ, bahkan beberapa bulan setelah jembatan ini diresmikan pada tahun 2020 oleh Bupati Sergai, H Soekirman, jembatan sudah tidak bisa dilalui oleh kendaraan yang bertonase besar.
“Iya gak bisa dilalui oleh kendaraan berat saat beberapa waktu lalu setelah diresmikan. Karena pondasi keadaan pondasinya saat itu bergantung, karena tergerus derasnya air yang cukup tinggi akibat intensitas curah hujan yang deras,” ujar Anto.
Namun, saat ini jembatan yang dibangun dengan menghabiskan dana Rp 4,9 miliar, masih dalam perbaikan pondasi yang juga di kerjakan oleh CV. Wendy dengan biaya Rp 1.180.358.000,00 sumber dana DSP/BPBD.
Reporter : Pujianto







