Ditinggal Mati Istri, Seorang Ayah di Asahan Tiduri Putri Kandungnya

oleh -825 views
IP saat diamankan warga ke Mapolres Asahan. (orbitdigitaldaily.com/Heri)

ASAHAN – IP (34), warga Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan agaknya sudah tak lagi waras.

Ia tega meniduri putri kandungnya sendiri. Bocah belia berumur 14 tahun buah pernikahannya dengan sang istri kabarnya juga diancam sehingga terpaksa meladeni nafsu IP.

Berdasarkan informasi didapat, kejadian memilukan ini bermula dari kematian istri IP tiga bulan lalu.

Kanit PPA Sat Reskrim Polres Asahan, Ipda Sanusi menyebut, kasus tersebut terbongkar setelah keluarga almarhum ibu korban menanyakan peristiwa yang menimpa keponakannya itu saat mereka berkumpul pada Sabtu (19/10/2019) sore.

“Bibi korban, Farida menanyakan soal desas desus perbuatan iparnya. Saat itu korban mengakui telah disetubuhi oleh ayahnya sebanyak satu kali,” kata Sanusi, Senin (21/10/2019).

Aksi IP dilakukannya di kediaman mereka, Kamis (17/10/2019) sekira pukul 03.00 WIB dini hari. 

Menurut cerita Farida, korban mengaku tak berani melawan karena di bawah ancaman. Bahkan, usai melampiaskan nafsunya, korban juga diancam bunuh oleh IP bila menceritakan kejadian tersebut.

“Dari keterangan korban dirinya diancam dibunuh bila memberitahu aksi bejatnya kepada orang lain,” ungkapnya.

Pelaku Membantah

IP sendiri ditangkap oleh keluarga korban, sebut saja Mawar. Mereka geram setelah mendengar pengakuan korban.

Pelaku sempat melarikan diri dari rumahnya namun berhasil ditemukan tak jauh dari kediamannya.  

Selanjutnya, ia digiring ke Mapolres Asahan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Untuk membuktikan perbuatannya, penyidik melakukan visum terhadap korban di RSUD H Abdul Manan Simatupang, Kisaran.

“Pelaku bisa dikenakan Pasal 81 ayat (1) ayat dan (3) dari Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” sebutnya.

Sementara itu, IP membantah telah menodai putri kandungnya.

Bahkan saat didesak petugas, berulang kali pria yang berprofesi sebagai nelayan itu terus berkelit.

“Saya akui tidak pak, demi Tuhan pak, nggak mungkin saya lakukan itu sama anak kandung saya,” kata IP di Mapolres Asahan.  

Reporter: Heri