Dugaan Korupsi Destinasi Wisata Tapaktuan Tapa, Kejari Tahan Tiga Tersangka

oleh -848 views
Tersangka korupsi di gelandang ke mobil tahanan

ACEH SELATAN: Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Selatan Jumat (11/10/2019) melakukan penahan terhadap 3 tersangka Tindak Pidana Korupsi dugaan Penyimpangan dalam pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Jalan Layang Objek Destinasi Tujuan Wisata (ODTW) Tapaktuan Tapa yang bersumber dari dana (Otsus) pada Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2017.

Penahana dilakukan sekira pukul 17.00 Wib. Adapun masing masing nama tiga tersangka yakni sebagai PPTK AM, MN Direktur 1 CV Gunung Pulai sedangkan IM sebagai pelaksana Lapangan.

Kajari Aceh Selatan, Fajar Mufti SH, MH di dampingi Kasipidsus Sutrisna SH, dan Pasie Intel Riki Supriadi SH kepada awak media mengatakan, bahwa berdasarkan bukti dan keterangan saksi-saksi telah ditetapkan 3 (tiga) orang tersangka dengan pembangunan pekerjaan proyek jalan Layang ODTW berdasarkan hasil perhitungan kerugian keuangan negara yang telah dihitung oleh ahli dari BPKP Banda Aceh adalah sebesar Rp300.377.247

Pada tahun 2017 Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan telah mendapatkan kucuran Dana Otonomi Khusus (Otsus) dari Provinsi Aceh Tahun 2017 dengan pagu anggaran senilai Rp940.000.000, untuk kegiatan Pekerjaan Pembangunan Jalan Layang ODTW Tapaktuan Tapa (Otsus) Kecamatan Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan.

Kemudian berdasarkan hasil lelang dinyatakan pemenang lelang adalah CV. Gunung Pulai dengan MN sebagai Direktur Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp921.190.000.

Sedangkan dalam pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Pembangunan Jalan Layang ODTW Tapaktuan Tapa yang bersumber dari (Otsus) Kecamatan . Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan pada Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2017 tidak dilaksanakan sesuai dengan gambar perencanaan (bestek) master plaint

Antara lain adanya item perkerjaan yang diubah sehingga tidak sesuai dengan spesifikasi perencanaan awal dan ada item pekerjaan yang tidak dilaksanakan namun perubahan pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak melalui mekanisme perubahan pekerjaan tambah kurang (addendum).

Selanjutnyan ulasan jaksa, kegiatan Pekerjaan Pembangunan Jalan Layang ODTW Tapaktuan Tapa (Otsus) Kec. Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan tersebut telah dilakukan pencairan sebanyak 2 (dua) kali yakni, pencairan uang muka (30%) dan pencairan termin II (60%) sehingga secara keseluruhan dana yang telah dicairkan adalah adalah 90% .

Akan tetapi, dengan batas waktu pelaksanaan pekerjaan/berakhirnya kontrak yaitu tanggal 16 Oktober 2017, pekerjaan tersebut tidak dapat diselesaikan seluruhnya (100%) sehingga kemudian dilakukan pemutusan kontrak berdasarkan surat Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan Nomor : 5564/XII/2017 tanpa tanggal bulan Desember 2017.

Dan sampai dengan saat ini tidak ada serah terima pekerjaan dari pihak Penyedia/kontraktor pelaksana CV. Gunung Pulai kepada pihak Dinas Pariwisata Kab Aceh Selatan atau setidak-tidaknya pertanggung jawaban atas pengelolaan dan penggunaan dana kegiatan yang telah dicairkan 90% dari nilai kontrak yaitu kurang lebih sebesar Rp829.071.000.

Dan ini merupakan masih dalam tahapan praduga tak bersalah karena keputusanya nanti dari hasil persidangan pihak Tipikor di Banda Aceh yang jelas untuk lebih lanjut kasus ini dapat kita dalami terus kemungkinan masih ada lagi nantinya yang terlibat dalam kasus ini nantinya dan kami terus mendalami kasus ini agar dapat terungkap semua dari saksi saksi lainnya.

Namun dari keseluruhan item pekerjaan ada salah satu pekerjaan yang tidak ada dikerjakan sama sekali yaitu pemasangan jaringan listrik.
Memang menurut penjelasan dari Kasi Pidsus Sutrisna SH para tersangka tersebut mengakuinya, yang sebenarnya kalau dicairkan dana sesuai dengan progres item pekerjaan yang sudah selesai saja, mungkin mereka tidak menjadi temuan yang begini.

“Penahanan tersangka Tindak Pidana Korupsi dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Jalan Layang ODTW Tapaktuan Tapa yang bersumber dari dana Otonomi kusus Pada Dinas Pariwisata Kabupaten Aceh Selatan Tahun Anggaran 2017 ditahan selama 20 hari di Rutan Kelas II B Tapaktuan sebelum di limpahkan ke Pengadilan Tipikor Banda Aceh.

Reporter : Yunardi MIS