DELI SERDANG | Polemik penyegelan gedung SMP Negeri 2 Galang yang selama ini digunakan oleh Al Jam’iyatul Washliyah kembali menyita perhatian publik.
Puluhan siswa terlihat duduk di jalan dan belajar di luar ruang kelas pada Senin (14/7/2025), setelah bangunan tempat mereka menimba ilmu disegel oleh Pemkab Deli Serdang melalui Dinas Pendidikan dan Satpol PP pada Minggu (13/7).
Penyegelan tersebut dilakukan di tengah rencana regrouping (penggabungan) beberapa sekolah dasar negeri di Kecamatan Galang dan sekitarnya.
Salah satu yang terdampak adalah SDN 105383 Desa Petumbukan. Para orangtua siswa menolak rencana pemindahan anak-anak mereka ke SDN 101967, dengan alasan lokasi sekolah pengganti berada di jalan sempit yang dinilai kurang aman dan kurang memadai.
Sementara itu, data mencatat bahwa pada tahun ajaran baru 2025/2026, SDN 105383 menerima 17 murid baru dengan total siswa mencapai 100 orang.
Sedangkan SDN 101967 hanya memiliki 70 siswa aktif dan 7 murid baru. Berdasarkan kondisi ini, sebagian pihak justru mengusulkan agar SDN 101967 yang di-regrouping ke SDN 105383, bukan sebaliknya.
Situasi serupa terjadi antara SDN 101979 Pisang Pala yang kini memiliki 108 siswa dan SDN 105384 yang memiliki 95 siswa.
Usulan regrouping diarahkan agar kedua sekolah tersebut digabung, mengingat lokasi SDN 101979 telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, termasuk gedung baru hasil pembangunan dari Dinas Pendidikan yang sedianya digunakan untuk SMP Negeri 2.
Sementara SDN 101979 sangat strategis dan layak menjadi sentra pendidikan. Lahan seluas 8.000 m² yang telah dibangun kantor dan fasilitas SMPN 2 dinilai lebih efisien dimanfaatkan daripada membangun gedung baru tanpa penggunaan optimal.
Sayangnya, fasilitas pendidikan yang sudah ada justru disegel, dan siswa Al Washliyah yang menempatinya tidak diberi kejelasan pada hari pertama masuk sekolah.
Suasana haru mewarnai lokasi, terlebih ketika para siswa dan guru hanya bisa pasrah mengikuti pembelajaran di bawah tenda darurat.
Penyegelan ini turut disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh, antara lain Ketua DPRD Deli Serdang Zakky Shari, Wakil Ketua DPRD Hamdani Syahputra, tokoh masyarakat Dr. KRT H. Hardi Mulyono K. Surbakti, serta sejumlah pengurus Al Washliyah tingkat wilayah, daerah, dan cabang.
Dalam arahannya, Wakil Ketua DPRD Hamdani Syahputra menenangkan para siswa yang hadir dan menyampaikan bahwa peristiwa ini merupakan ujian yang harus dihadapi dengan sabar.
Ia juga mengumumkan bahwa pihak DPRD akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Rabu, 16 Juli 2025 ini.
Sementara itu, Ketua DPRD Zakky Shari juga memberi semangat kepada siswa-siswi yang terdampak.
“Jangan putus asa karena kejadian hari ini. Besok, kalian tetap belajar walau di bawah tenda. Ingat, gedung ini memang bukan milik Al Washliyah dan telah ditetapkan untuk dikosongkan dalam waktu dua hari,” ujarnya.
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan, Mujiono, S.Pd., turut menjelaskan bahwa proses belajar mengajar siswa SMPN 2 akan dipindahkan sementara ke SMPN 1 Galang pada sesi sore.
Seluruh siswa dan guru yang hadir dalam aksi damai pada Senin siang kembali ke rumah masing-masing dengan tertib sekitar pukul 12.10 WIB. (Rio)







