Gelar Bimtek di Tengah Pandemi Covid-19, Dinas Pemdes Paluta Langgar Permendes Nomor 7 Tahun 2020

MEDAN – Gelar Bimbingan Teknis Untuk Aparatur Pemerintahan Desa (Bimtek Pemdes)  di  Medan Dinas Pemdes   Paluta diduga  Langgar Peraturan Menteri Desa ( Permendes) No 7 Tahun 2020.

Demikian disampaikan Direktur LSM Barisan Rakyat Pemerhati Korupsi  ( Barapaksi) Otty Batubara kepada wartawan, Senin (3/8/2020).

Dijelaskan Otty di dalam Permendes No 7 Tahun 2020 dengan tegas disebutkan bahwa Prioritas Anggaran Dana Desa dimasa Pandemi Covid-19 ini untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menggerakkan perekonomian rakyat yang terdampak Pandemi Covid-19.

” Inikan aneh di tengah masa Pandemi Covid-19 ini, Dinas Pemdes Paluta terkesan memaksakan pelaksanaan Bimtek yang setiap tahun diadakan.

Apalagi dilaksanakan di Medan yang merupakan daerah zona merah Pandemi Covid -19,” kata Otty.

Otty mengungkapkan informasi yang diperolehnya dana untuk Bimtek itu untuk 1 orang senilai Rp5 000.000. ”  Yang ikut Bimtek itu perdesa sebanyak 4 orang. Di Paluta ada 386 Desa. Berarti ada 1544 peserta yang ikut Bimtek.

Kuitansi Pembayaran Untuk mengikuti Bimtek

Jika dikalikan Rp5 000.000 maka sekitar Rp7,720 miliar anggaran dana desa yang terpakai hanya untuk Bimtek,” kata Otty.

Otty menegaskan bayangkan kalau anggaran Rp7,7 Miliar itu dialokasikan untuk kepentingan rakyat terdampak Covid-19 ini tentu rakyat akan terbantu.

Informasi yang diperoleh Dinas Pemdes sudah melaksanakan Bimtek gelombang ketiga di Hotel Garuda Plaza dan Hotel Madani. Sementara gelombang pertama dan kedua berlangsung di Hotel Grand Kanaya dan Novotel Soechie Medan.

Sementara itu staf Dinas Pemdes Paluta yang membidangi Bimtek Syukri ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya tidak memberikan jawaban. cr-03