ACEH SELATAN | Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan dan menghidupkan spirit pendidikan nasional kata Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul M yang dibacakan oleh Wakil Bupati H.Baital Mukadis selaku pembina upacara dalam rangka memperingati hari pendidikan Nasional HARDIKNAS.
Upacara Hardiknas yang berlangsung Selasa 5/5/2026 bertempat di halaman kantor Bupati lama juga dihadiri para undangan yakni Kapolres Aceh Selatan. Ketua Pengadilan Negeri Tapaktuan. Ketua Mahkamah Syariah Tapaktuan.
Plt. Sekda Kab. Aceh Selatan. Ketua Dprk Aceh Selatan, Dalam Hal Ini Diwakili Oleh Ibu Novi Rosmita.
Dandim 0107/Aceh Selatan, Dalam Hal Ini Diwakili Oleh Pasi Pers. Kajari Aceh Selatan, Dalam Hal Ini Diwakili Oleh Kasi Intelijen. Para Asisten, Staf Ahli Dan Seluruh Ka. SKPK.
Kacabdin Wilayah Kab. Aceh Selatan. Kakan Kemenag Kab. Aceh Selatan. Para Kabag Setdakab, Ka. Sekretariat, Dan Seluruh Pejabat Administrator Dan Fungsional Yang Berhadir.Direktur Politeknik Aceh Selatan, Beserta Jajaran Mahasiswa Yang Berhadir.Para Kepala Sekolah, Guru, Pendidik, Dan Tenaga Kependidikan dan para pelajar.
Lanjutnya,pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.
Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, Meletakkan Dasar Dan Nilai Pendidikan Dengan Sistem Among; Asah (Ilmu), Asih (Kasih Sayang), Dan Asuh (Pendampingan, Pembinaan).
Pendidikan sambungnya sebuah proses yang menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
Berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya.
Sesuai dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.
untuk dapat melaksanakan pembelajaran mendalam sebagaimana mestinya, kementerian pendidikan dasar dan menengah telah Menetapkan
Lima kebijakan strategis:
Pertama, program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan dan Digitalisasi pembelajaran sebagai salah satu program hasil terbaik cepat (Phtc)
Presiden Prabowo Subianto. Revitalisasi dan Digitalisasi dimaksudkan agar pembelajaran berlangsung dalam lingkungan fisik yang nyaman dan sarana yang memadai.
Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan Guru.
Guna memenuhi kualifikasi guru, pemerintah memberikan Beasiswa 3.000.000 Rupiah tiap Semester untuk Guru-Guru yang belum berpendidikan Diploma IV/Strata 1 (S1) melalui program rekognisi pembelajaran lampau (Rpl) di kampus yang memenuhi ketentuan menteri pendidikan tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pada Tahun 2025, Beasiswa Dialokasikan untuk 12.500 Guru dan Pada Tahun 2026 untuk 150.000 Guru.
Para Guru juga mendapatkan berbagai pelatihan seperti pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, koding dan kecerdasan Artifisial, kepemimpinan sekolah, dan bahasa Inggris.
Pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan Guru melalui Sertifikasi,di mana nominal tunjangannya telah dinaikkan dan kini ditransfer langsung setiap bulan.
Guru Honorer juga mendapatkan Insentif setiap bulan. Semua kebijakan dimaksudkan agar Guru Dapat Melaksanakan Tugas Dengan Tenang dan Baik.
Ketiga, pembelajaran mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan
budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto tentang budaya asri (aman, sehat, resik, dan indah), kita bangun atmosfer sekolah sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi semua murid.
Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, stem (Sains, teknologi, enjinering, dan Matematika) Serta Tes Kemampuan Akademik (Tka).
Selain untuk mengetahui kemampuan Akademik secara Individual dan kelembagaan, TKA juga menjadi alat evaluasi untuk intervensi peningkatan mutu pendidikan, dan salah satu aspek penilaian untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.
Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel. Yun







