Wali Kota menyebutkan, nantinya vaksinasi massal ini akan digabung pula dengan metode drive thru. Dengan demikian masyarakat yang ingin divaksin dapat memilih, apakah turun dari kendaraan atau tetap berada di dalam kendaraan.
Wali Kota juga menyebutkan perkembangan vaksinasi di Medan. Dia menerangkan, dari 2,5 juta penduduk Medan yang bisa divaksin sebanyak 1,8 juta jiwa. Dari 1,8 juta jiwa tersebut, Pemko Medan menetapkan target 70 persen atau sekitar 1,3 juta jiwa.
“Per hari ini, sebesar 41,21 persen dari target sudah tercapai,” sebut Wali Kota.
Wali Kota menyampaikan, di antara 41,21 persen target yang telah tercapai itu, termasuk para guru SD dan SMD di Medan. Dia menyebutkan, dari 20 ribu lebih guru, sebanyak 11 ribu telah divaksin. Vaksinasi untuk guru ini, sebut Wali Kota, terkait dengan kesiapan Pemko Medan untuk melaksanakan sekolah tatap muka yang rencananya berlangsung Juli mendatang.
Pada bagian lain, Wali Kota menyebutkan, saat ini yang harus diantisipasi adalah kluster keluarga. Karena itu, Wali Kota meminta agar masyarakat benar-benar mematuhi protokol kesehatan.
Selain vaksinasi, sebut Wali Kota, kepatuhan protokol kesehatan di antaranya memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, merupakan cara efektif untuk menghindari diri dari tertular Covid-19.
Penerapan protokol kesehatan ini, lanjut Wali Kota, juga merupakan wujud dari rasa syukur atas kesehatan yang masih diberikan Tuhan.







