Ketua PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara terharu sampai meneteskan air mata usai Gubernur Sumut memborong semua karya lukisan dan kaligrafi pemenang lomba. Menurutnya, ini akan mendorong semangat Al Jam’iyatul Washliyah untuk berbuat lebih baik lagi.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pak Gubernur, segera kita akan bangun rumah singgah di Telukdalam karena di sana anak-anak kita banyak yang membutuhkan, banyak yang putus sekolah karena tidak ada sekolah lanjutan Al Washliyah setelah tamat SD,” kata Dedi, dengan nada terbata-bata sambil menyeka air matanya dengan sorban.
HUT ke-91 Al Jam’iyatul Washliyahh di Sumut tidak hanya memperlombakan melukis tokoh Al Jam’iyatul Washliyah dan kaligrafi, ada juga lomba orasi ilmiah, qira’ atul kutub, tahfiz quran, donor darah, bazar, paduan suara dan lainnya. Pada acara puncak panitia juga berhasil mengumpulkan infak sekitar Rp671 juta, sebagian besar dana ini akan digunakan untuk membangun rumah singgah dan madrasah di Telukdalam.
Al Jam’iyatul Washliyah Sumut memilih fokus pada Telukdalam karena menurut keterangannya beberapa daerah di sana dihuni umat Islam. Sayangnya, beberaa kali prosesi pemakaman harus tertunda berhari-hari karena tidak ada yang bisa melakukan fardu kifayah. Anak-anak yang tamat dari SD Alwashliyah juga terpaksa berhenti sekolah karena tidak ada madrasah di sana.







