Gubsu Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2020, Sumut berada di urutan ke-16 dari 19 provinsi yang masuk kelompok berisiko tinggi. Bila dipersempit lagi, ada 13 Kabupaten/Kota yang masuk ke dalam kelas risiko tinggi yaitu Gunungsitoli, Mandailingnatal, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Asahan, Sibolga, Labuhanbatu Utara, Padanglawas dan Labuhanbatu. Sementara 20 Kabupaten/kota lainnya berisiko sedang.

“Ada 13 daerah kita yang bila curah hujan tinggi rawan terjadi banjir dan tanah longsor. Karena itu, kita siapkan sekarang personel dan peralatan kita masing-masing. Bukan hanya di sini, saat apel, tetapi ditindaklanjuti ke chek point-chek point melihat kesiapan daerah masing-masing,” terang Edy Rahmayadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Abdul Aris Lubis mengatakan, pada ‘Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Gelar Peralatan Bencana’ ini diperlihatkan berbagai peralatan untuk menghadap bencana seperti dapur bergerak, alat-alat berat seperti ekskavator, perahu karet, pendeteksi suara, pemotong besi dan baja, alat komunikasi dan lainnya. Ada juga alat pendeteksi kedalaman dari relawan serta kendaraan-kendaraan taktis untuk bencana.

“Apel ini bukan hanya sekedar memperlihatkan personel dan peralatan, tetapi mengingatkan kita akan kewaspadaan terhadap bencana terutama pada daerah-daerah yang rawan. Kemudian kita akan tindaklanjuti ke daerah-daerah dan menyosialisasikannya ke masyarakat,” kata Aris.

Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin mengatakan TNI telah mempersiapkan peralatan, personel dan tim reaksi cepat untuk penanggulangan bencana di Sumut. Dia berharap semua pihak siap ketika terjadi bencana.