Intel Kejatisu Tangkap Buronan Kejari Medan

Kasipenkum Kejatisu, Sumanggar Siagian saat menggiring terdakwa Ernita Wati di Kantor Kejatisu, Senin (28/10/2019). (Foto:Istimewa)

MEDAN – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dipimpin langsung oleh Asisten Intelijen Kejatisu, Andi Murdji, SH, MH menangkap DPO tindak pidana umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan, Ernita Wati (49).

Ia diamankan di rumahnya, Jalan Eka Warni Komplek Rispa III, Medan Johor, Senin (28/10/2019).

Andi Murdji didampingi Kasi Penkum Sumanggar Siagian, menjelaskan terdakwa melarikan diri pada saat JPU akan melimpahkan berkas ke Pengadilan Negeri Medan Agustus 2017.

Terdakwa melarikan diri ke Singapura, kemudian ke Kotacane Aceh.

Ia mengatakan, sejak diterbitkan DPOnya di tahun 2017, pergerakan Ernita Wati tidak lepas dari pemantauan tim Intelijen Kejatisu

“Dan hari ini, Senin (28/10/2019), pukul 09.00 WIB DPO Kejari Medan ini ditangkap dan diamankan tim Intelijen Kejati Sumut di rumahnya. Selanjutnya kami akan berkoordinasi tim dari Kejari Medan. Terdakwa akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan,” kata Andi Murdji.

Selanjutnya, Kasi Pidum Kejari Medan, Parada Situmorang didampingi Kasi Intel M Yusuf membenarkan terdakwa adalah DPO Kejari Medan sejak tahun 2017.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana berdasarkan pasal 264 ayat (1) butir 1 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Terdakwa Ernita Wati bersama Robert Silalahi (berkas terpisah) melakukan perbuatan melawan hukum. Mereka memasukkan keterangan palsu dalam akta jual-beli sebidang tanah di Jalan Eka Warni Medan,” kata Parada.

Setelah dilakukan penelitian terhadap surat-surat akta jual beli, lanjut Parada ternyata suratnya juga palsu.

Keinginan terdakwa untuk menerbitkan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas sebidang tanah itu tentunya tidak bisa terealisasi.

Hal itu terjadi lantaran orang-orang tandatangannya dipalsukan dalam akta jual beli tidak terima.

“Atas perbuatannya, terdakwa diganjar hukuman maksimal 8 tahun penjara sesuai dengan KUHPidana,” tandasnya. (Rel)